18 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Walikota Neni: Perawat Harus Informed Concent


Walikota Neni: Perawat Harus Informed Concent
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni berfoto bersama pengurus PPNI usai membuka seminar di Gedung MPB PT Badak, Sabtu (10/3/2018). Foto: Humas

KLIKBONTANG.COM - Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menaruh harapan besar kepada para perawat sebagai penentu pelayanan rumah sakit agar memiliki dedikasi tinggi untuk menjalankan tugasnya dengan baik. 

Hal ini disampaikan Neni saat membuka seminar keperawatan bertema “Praktik Keperawatan Mandiri dalam Mendukung Germas” dalam rangkaian HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-44 di Gedung MPB PT Badak, Sabtu (10/3/2018).

Agenda seminar ini pun diapresiasi Neni. Sebab, menurut dia, seminar ini sejalan dengan usaha pemerintah untuk terus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Seminar ini menunjukkan eksistensi perawat dengan dedikasi tinggi untuk menjalankan fungsi dan tugasnya secara baik dan mandiri. Saya yakin narasumber akan menjelaskan secara detail mengenai praktik keperawatan mandiri dalam mendukung germas,” papar Neni.

Dirinya pun berharap agar para perawat di Kota Bontang terus belajar dari masalah-masalah yang dihadapi perawat. Salah satunya terkait pelecehan pasien oleh perawat yang santer disorot. Perawat perlu informed consent. “Jika kita melakukan pelayanan, kita butuh saksi. Jangan sendiri. Pastikan semua tindakan harus safety,” pesan Neni.

Ia pun mengimbau semua perawat untuk mendalami UU No.38 Tahun 2014 tentang Keperawatan sehingga semua perawat dapat bekerja  secara mandiri, namun sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku.

Disinggung mengenai persentase perawat dengan jenjang pendidikan S1 di Kota Bontang yang hanya sebesar 20 persen, Neni berharap akan ada solusi yang bisa dilakukan di waktu yang akan datang. Keberadaan sekolah tinggi ilmu keperawatan di Kota Bontang diyakini akan membantu perawat untuk melanjutkan sekolahnya tanpa harus meninggalkan pekerjaan di rumah sakit.

“Saya berharap keberadaan PPNI bisa turut membantu program-program Pemerintah Kota Bontang,” tutupnya.

Sementara Samriah, Ketua PPNI Kota Bontang menjelaskan rangkaian HUT PPNI ada tiga. Mulai seminar keperawatan, pengabdian masyarakat yaitu bakti sosial di Selambai, Kelurahan Lok Tuan. Terakhir family gathering seluruh rekan-rekan perawat se Kota Bontang.

“Kami sengaja memilih Selambai, karena di sana merupakan daerah teramai yang masih perlu di-support terutama kebersihan dan kesehatan. Selain itu juga, salah satu pasien difteri tinggal di Lok Tuan. Di sana kami akan memberikan pendidikan kesehatan seperti penyuluhan difteri,” paparnya. (INFORIAL) 

Reporter : Niken | Humas Pemkot    Editor : Nur Aisyah



Comments

comments


Komentar: 0