23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mau Dapat Laptop, Ketua RT: Mending Insentif Dinaikan


Mau Dapat Laptop, Ketua RT: Mending Insentif Dinaikan
Walikota Neni dan Wawali Basri menyerahkan simbolis komputer jinjing kepada perwakilan guru saat HUT Guru ke-72 tahun di Lapangan Bessai Berinta, Sabtu, 2 Desember 2017. (FOTO: FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM – Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menjanjikan komputer jinjing alias laptop kepada 550 unit Ketua RT. Tujuannya sebagai penunjang pekerjaan administrasi kependudukan melayani warga.

“Kalau memungkinkan kami anggarkan di APBD perubahan 2018 ini. Kalau enggak bisa di APBD 2019 nanti,” ujar Neni Moerniaeni saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Menurut Neni, diberikannya laptop tersebut demi membantu tugas pendataan di lingkungan masing-masing. Sebab, tugas ketua RT sebagai ujung tombak pemerintah di tengah masyarakat sangat penting. “Mereka (ketua RT, red) harus mendata kematian, kelahiran, juga harus mendata siapa yang miskin, dan itu harus ada program atau software yang dibuat," ujarnya.

Para ketua RT juga akan diberikan pelatihan dan bimbingan teknis, sebab dirinya percaya para Ketua RT bisa memasukkan data warga miskin yang harus dibantu. Apalagi Pemkot terus berinovasi dalam pelayanan berbentuk digital. Hal ini menjadi tuntutan bagi ketua RT melek teknologi.

"Untuk menjadi smart city tidak hanya melengkapi diri dengan wifi atau internet, tapi juga menyiapkan orang-orang yang smart. Orang yang smart itu tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat," tandas Neni.

Sementara itu, Ketua RT 21 Kelurahan Bontang Baru, Samsul mengaku belum mengetahui pasti rencana itu. Dirinya juga tak pernah mendengar langsung dari Walikota Neni terkait pemberian laptop bagi Ketua RT. “Belum dengar Mas. Ini baru tahu dari wartawan saja,” kata  Samsul.

Meski begitu dirinya tak menolak jika diberikan laptop sebagai inventaris Ketua RT sebagai penunjang pekerjaan melayani warga. Namun, dirinya bersama rekan-rekan Ketua RT di Bontang Baru meminta agar insentif ketua RT dinaikan ketimbang diberikan komputer jinjing.

“Kalau teman-teman adapula lebih memilih insentif ketua RT yang dinaikan Mas. Bisa lebih bermanfaat juga,” ujarnya.

Lanjut Samsul, saat ini ketua RT mendapatkan insentif sebesar Rp 750 ribu per bulan yang dibayarkan tiga bulan sekali. Jika ditambah menjadi Rp 1 juta sebulan dianggap lebih baik untuk uang saku ketua RT yang bertugas melayani masyarakat sebagai perpanjangan tangan walikota.

Senada, Ketua RT 24 Lok Tuan, Kaco Abdullah tak tahu menahu soal rencana pemberian laptop bagi ketua RT. Malah hingga sekarang, rencana itu belum jua disampaikan langsung pihak kelurahan sebagai perpanjangan tangan Pemkot Bontang. “Ini baru dengar Mas. Mudahan terwujud lah,” tambahnya.

Kaco berujar ketika disuruh memilih laptop, dirinya malah lebih suka diberikan smartphone sebagai upaya pengurusan administrasi warganya. “Sekarang kan zaman canggih. Kalau ada handphone bisa masukan data langsung lewat handphone,” ujarnya. (*)

Reporter : Ramadhan NR    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0