23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rizky dan Ditta, Kaum Difabel yang Punya Segudang Prestasi


Rizky dan Ditta, Kaum Difabel yang Punya Segudang Prestasi
Rizky Erfanda Wahyu Pertama (22) dan Ditta Yulianti (15) saat ditemui klikbontang di SLB Permata Bunda, Senin (12/3/2018). Foto: KLIKBONTANG/Alpiana

KLIKBONTANG.COM- Masyarakat tak boleh lagi menganggap disabilitas fisik sebagai aib atau hal yang memalukan. Meski dengan keterbatasan, semua orang tetap bisa berekspresi dan berprestasi dengan caranya sendiri dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

Kekurangan fisik tak menghalagi seseorang untuk terus berprestasi. Dia adalah, Rizky Erfanda Wahyu Pertama (22) dan Ditta Yulianti (15). Keduanya kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba kanca nasional.

Rizky begitu akrab disapa adalah pemilik sabuk cokelat tingkat Ju-Jitsu mengaku latihan keras setiap tiga hari dalam sepekan untuk persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ju-Jitsu antar pelajar se-Indonesia di Manado Mei mendatang.

Meski dengan keterbatasan sebagai penyandang tuna rungu (tuli), Rizky tidak lantas putus asa. Di 2014 dia berhasil meraih medali perak Kejurnas antarpelajar di Jakarta.

Tak hanya itu, selang dua tahun kemudia, 2016. Dirinya menyabet perunggu di Kejurnas Ju-Jitsu open tingkat Nasional yang diadakan di Kota Bontang. Dan prestasi berlanjut di 2017, pria ini berhasil meraih emas di Kejurnas Ju-Jitsu is open II di Bontang.

"Saya memang memiliki hobi olahraga, persiapan untuk tahun ini latihan, dan menjaga kondisi badan" ungkap Rizky melalui Jessie Agrippina Valencia fasilitator sekaligus manajemen di sekolah Luar Biasa Permata Bunda kepada klikbontang, Senin (12/3/2018).

Tidak hanya Rizky, Ditta, penyandang tuna grahita yang masih duduk di bangku kelas III SMP ini juga kembali bertarung ajang bowling di Palembang, 15 Maret nanti. “Ini masih sibuk latihan aja Kak,” katanya.

Prestasi Ditta di bowling terbilang moncer. Dia baru saja berhasil membawa medali emas dan perak lomba Bocce di kejuaraan Special Olimpic Asia Pasific di Australia 2014.

Ditta tak pernah minder apalagi rendah diri dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Bahkan, mereka membuktikan kepada masyarakat bahwa tidak ada yang tidak mungkin selagi masih ada kemauan untuk berusaha. Terlebih lagi banyak dukungan dari teman dan terutama keluarga. (*)

Reporter : Alpiana    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0