24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mobil Hilang Ketemunya di Facebook


Mobil Hilang Ketemunya di Facebook
Mobil Grand Max hitam yang hilang dicuri sopir pedagang telur di perumahan Telkom Samarinda Seberang, Jumat 13 April 2018 (Foto: Facebook)

KLIKBONTANG.COM - Warga perumahan Telkom di Samarinda Seberang mendadak heboh, Jumat sore 13 April 2018. Pasalnya, warga mendapati sebuah mobil pikap Grand Max hitam yang terparkir di sekitar perumahan Telkom, merupakan mobil curian.

Warga sebelumnya merasa terganggu dengan keberadaan mobil bernomor polisi KT 8957 MB karena terparkir sembarangan di jalan. Mobil itu telah terparkir di sana selama 4 hari, sejak Selasa 10 April 2018. Karena geram, seorang ibu rumah tangga, Laila, kemudian mem-posting foto mobil itu ke media sosial, Jumat 13 April 2018.

"Mohon bantuan informasi bila ada yang mengenali mobil pikap ini karena sudah 5 hari diparkir di perumahan Telkom Samarinda Seberang dan sangat mengganggu mobilitas warga. Terima kasih sebelumnya" demikian posting-an tersebut.

Laila mengaku, keberadaannya selain mengganggu lalulintas di kompleks perumahan juga meresahkan. Dirinya bersama warga yang lain telah curiga jika mobil tersebut merupakan hasil kejahatan.

"Saya tadi sudah negatif. Saya lalu rembuk sama tetangga bagaimana kalau kita posting aja di Busam. Ya, sudah kita sepakati, saya posting," ujar Laila.

Setelah mem-posting foto mobil tersebut, Laila kemudian mendapatkan telepon dari sang pemilik mobil tak lama setelah itu melalui telepon. Sang pemilik mobil mengabarkan jika mobil yang membuat resah warga adalah mobil mereka yang telah 4 hari dibawa kabur supirnya.

Sang pemilik mobil, Aswan yang merupakan pedagang telur di Samarinda mengaku sejak Selasa 10 April 2018 lalu mobil miliknya dibawa oleh Firman, sang sopir. Saat menemui mobil itu melalui medsos, dia dan teman-temanya segera mendatangi lokasi dan hrus bekerja keras melepas ban mobilnya yang telah kempes.

Aswan menjelaskan, mobil itu dibawa oleh sopirnya bernama Firman untuk mengantar telur ke Pasar Wisma Loa Janan. Firman juga diutus untuk mengambil uang tagihan.

Namun sayang, hingga Selasa malam, Firman dan mobilnya tak kembali. Aswan sendiri mengaku tidak menyangka orang kepercayaannya nekat berbuat seperti itu. Pasalnya, Firman telah bekerja bersamanya selama 7 bulan.

"Kelihatanya orang ini baik. Dia pernah kerja selama 7 bulan, terus berhenti dan minta kerja lagi. Saya terima lagi sampai ada menjelang 6 bulan ini," ujar Aswan.

Pihak kepolisian Polresta Samarinda langsung menindaklanjuti kasus pencurian dan penggelapan dana tagihan milik Aswan sebesar Rp40 juta. Polisi kemudian memeriksa 3 orang saksi yang merupakan rekan pelaku.

Kanit Jatanras Polresta Samarinda, Iptu Tri Daryanto menyatakan, ketiganya bersama Firman ikut menagih langsung menjalani pemeriksaan. Tak terkecuali, polisi juga memeriksa Aswan, sang pemilik mobil.

"Mobil ditemukan di jalan. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap tersangkanya. Uang Rp40 juta hasil tagihan. Dia melakukan tagihan terhadap beberapa pemesan barang. Dia antar barang sekaligus melakukan penagihan. Namun uang hasil penagihan itu tidak diserahkan kepada atasannya kemudian mobil ditinggal di tengah jalan," ujar Iptu Tri Daryanto. (*)

Reporter : Jie | Klik Samarinda    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0