18 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Perebutan Tahta Negeri Jiran


Perebutan Tahta Negeri Jiran
Malaysia Gelar Pemilu Hari Ini Rakyat Malaysia akan memberikan suara mereka ke bilik-bilik suara dalam pemilihan umum yang digelar pada hari ini, Rabu (9/5). ( REUTERS/Olivia Harris/Lai Seng Sin)

KLIKBONTANG.COM - Rakyat Malaysia akan memberikan suara mereka ke bilik-bilik suara dalam pemilihan umum (pemilu) yang digelar pada hari ini, Rabu (9/5/2018).

Total 8.253 bilik suara akan dibuka pada pukul 8 pagi (pukul 7 WIB) dan ditutup pada pukul 17. Sejumlah wilayah diramalkan akan turun hujan pada siang hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia mengimbau para pemilih untuk memberikan suara lebih pagi.

Pemerintah federal Malaysia menyatakan hari ini sebagai hari libur nasional untuk memberi kesempatan bagi seluruh pemilih berpartisipasi dalam Pemilu ke-14.

"Bilik suara di seluruh negeri, sebagian besar di sekolah-sekolah akan dibuka antara pukul 8 hinggal pukul 17," tulis Channel News Asia, Rabu (9/5/2018).

Sebanyak 14.968.304 pemilih akan memutuskan nasib Perdana Menteri Najib Razak. Najib yang belakangan diguncang skandal dugaan korupsi badan investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) berjuang untuk meraih masa jabatan ketiganya.

Meski begitu, kalangan pengamat dan lembaga survei baik lokal maupun asing telah meramalkan kemenangan mudah bagi koalisi berkuasa pimpinan Najib, Barisan Nasional (BN). Yang dimotori Partai United Malays National Organisation (UMNO). Koalisi itu tak pernah kalah sejak Malaysia merdeka. Namun hasil dua pemilu sebelumnya mungkin menjadi titik balik utama.

Pada pemilu ke-12 tahun 2008, BN, yang ketika itu dipimpin pendahulu Najib, Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi untuk pertama kalinya kehilangan suara mayoritas dua pertiga di Parlemen. Koalisi juga kehilangan lima negara bagian, kalah dari oposisi. Pemilu ke-13 pada 2013, Najib kehilangan suara populer yang biasa mendukungnya.

Baik BN maupun oposisi, Pakatan Harapan (PH) yakin bakal memenangkan 112 kursi Parlemen untuk meraih mayoritas. BN memenangkan 133 kursi dalam pemilu Malaysia ke-13 pada 2013, meski kehilangan suara populer. Pesaing unggulan ketiga, Partai Islam se-Malaysia (PAS) membidik kemenangan 40 kursi.

Anak Biologis Vs Anak Ideologis

PENGAMAT luar negeri sekaligus dosen Hubungan Internasional (HI) Unpad Teuku Rezasyah mengatakan pemilu Malaysia tahun ini terasa sangat tegang.

’’Dan risikonya sangat besar. Siapapun yang terpilih (sebagai perdana menteri, Red),’’ katanya saat dihubungi, Selasa (8/5).

Rezasyah mengatakan pemilu yang berlangsung hari ini, Rabu (9/5/2018) adalah pemilihan parlemen. Setelah itu para anggota parlemen akan memilih perdana menteri. Apakah nanti yang menang adalah incumbent Najib Tun Abdul Razak ataukah ’’si penantang’’ Tun Mahatir Mohamad, menurut dia sama-sama ada resikonya.

Jika nanti yang terpilih menjadi perdana menteri adalah Najib, maka skandal 1Malaysia Development Berhad akan terus memanas. Sebab menurut Rezasyah sampai saat ini kasus tersebut belum tuntas. Dan bisa mencuat kembali jika Najib duduk kembali sebagai perdana menteri.

Selain itu jika Najib menang, maka dia harus membayar hutang dukungan dari etnis Tiongkok dan etnis India yang ada di Malaysia. Sebab ada indikasi suara anggota parlemen dari dua etnis tersebut mengalir untuk Najib. Adanya ’’saham’’ dukungan dari etnis Tiongkok dan etnis India tersebut, membuat Najib harus mengakomodasi mereka.

Apakah itu menunjuk sebagai menteri, menteri senior, atau posisi strategis lainnya. ’’Kalau mintanya wakil perdana menteri mungkin terlalu tinggi,’’ jelasnya.

Selanjutnya ketika nanti yang terpilih adalah Mahatir, menurut Rezasyah ada kendala soal usia. Dia mengatakan saat ini usia Mahatir sudah mencapai 92 tahun. Sehingga kalau memimpin pemerintahan, pasti ada kendala-kendala terkait kesehatannya.

Dia khawatir kalau Mahatir terpilih sebagai perdana menteri, ia hanya jadi pemimpin transisional saja. Rezasyah mencoba mengurai alasan Mahatir maju kembali menjadi kandidat perdana menteri, meskipun usainya tidak jauh dari seabad.

Di antaranya adalah Mahatir merasa kecewa karena dia nilai Malaysia saat ini morat-marit. ’’Sebagai seorang negarawan, Mahatir merasa terpanggil untuk maju kembali,’’ jelasnya.

Menurut dia Mahatir merupakan anak ideologis dari Tun Abdul Razak, orangtua dari Najib. ’’Sedangkan Najib dinilai sebagai anak biologis dari Tun Abdul Razak,’’ katanya.

Mahatir merasa kecewa karena jiwa kenegarawanan Tun Abdul Razak tidak mengalir ke Najib. Adanya dugaan skandal atau korupsi yang mendera Najib, memperdalam rasa kecewa Mahatir kepada Najib. Mahatir menilai secara manajemen, Najib tidak mampu mengelola masa depan Malaysia.

Sementara untuk dalam negeri Indonesia, Rezasyah menilai tidak ada hubungan atau keterkaitan langsung. Baginya pemilihan parlemen hingga nanti perdana menteri di Malaysia adalah kegiatan politik dalam negeri rutin Malaysia. Siapapun yang terpilih nanti, konsentrasi utamanya adalah menata kondisi dalam negeri Malaysia. (*)

Reporter : Ramadhan NR | Berbagai Sumber    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0