21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Posyandu dan PAUD jadi Langganan Banjir


Posyandu dan PAUD jadi Langganan Banjir
Ketua Komisi III DPRD Bontang, Rustam (tengah) mengunjungi langsung Posyandu Sekar Tanjung di RT 07, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (9/5/2018) pagi. Foto: KLIKBONTANG/Fanny

KLIKBONTANG.COM - Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam HS mengunjungi Posyandu Sekar Tanjung di RT 07, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (9/5/2018) pagi.

Kunjungan ini untuk menindaklanjuti laporan dari warga atas posyandu yang merangkap sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selalu terendam air banjir saat musim penghujan.

Rombongan dipimpin Rustam ini juga dihadiri Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Maksi Dwiyanto, Dinas Kesehatan & KB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Camat Bontang Utara, Zemmy Hasz.

Masniar, Ketua Posyandu Sekar Tanjung mengatakan posyandu ini melayani sekira 60-70 anak setiap jadwal layanan. Sedangkan, murid PAUD Anyelir XI ini berjumlah 26 orang.

Di ruangan berukuran sekitar 5x6 meter ini. Para kader posyandu harus melayani balita berkumpul dengan murid PAUD Anyelir. “Maaf pak ruanganya seadanya,” ujar Masniar saat menyambut rombongan di Posyandu miliknya.

Dia mengatakan, saat musim penghujan air meluap dari sungai merendam Posyandu dan PAUD ini setinggi pinggang orang dewasa. Akibatnya, sejumlah peralatan Posyandu dan sejumlah fasilitas PAUD ikut rusak.

Lokasi bangunan yang tepat bersisian dengan bantaran sungai membuat bangunan sederhana ini selalu menjadi langganan banjir, begitupun daerah sekitaranya.

“Kami berharap agar banjir tak merendam tempat kami lagi pak. Ini kan juga banyak swadaya dari masyarakat. Kalau banjir pasti ada saja perabotan yang rusak,” ungkapnya.

Ketua Komisi III, Rustam meminta pemerintah mengatasi permalasahan ini hingga tuntas. Menurut dia, layanan kesehatan dan pendidikan anak balita penting agar tumbuh kembang anak semakin berkualitas.

“Pak Maksi tolong dijelaskan bagaimana mekanismenya agar bisa dapat bantuan,” kata Rustam kepada Sekretaris Disperkim yang tenga berdiri di sebelahnya.

Sekretaris Disperkim, Maksi mengatakan agar pihak posyandu mengajukan proposal bantuan ke pemerintah. Menurut dia, pemerintah dapat membangun rumah sederhana ini menjadi dua lantai.

Untuk masalah banjir. Dirinya mengaku telah menyusun program penanggulangan banjir untuk wilayah ini. Kedepan, terdapat folder dilengkapi dengan pompa untuk wilayah ini.

Folder ini berguna untuk menampung air saat intensitas hujan meningkat. Setelah itu, pompa akan difungsikan memompa air ke pembuangan (sungai). “Sudah ada rancangannya. Kita berharap semoga anggaran dapat dialokasikan untuk kegiatan ini tahun depan,” ujarnya.  (*)

Harus Bentuk UPT Banjir

KETUA Pansus Banjir, Bakhtiar Wakkang mengatakan program penanggulangan banjir di Bontang perlu political will dari pemerintah. Misalnya, dukungan anggaran yang dialokasikan khusus untuk program-program penanggulangan banjir.

Hasil kunjungan dari Surabaya, pemda setempat mengalokasikan anggaran 25 persen APBD-nya khusus untuk pengentasan masalah banjir. “Mereka alokasikan Rp 2 triliun khusus untuk banjir. Ini harusnya yang dicontoh Pemkot Bontang,” kata Bakhtiar kepada wartawan.

Dia menambahkan, pemerintah Surabaya pun membentuk instansi khusus untuk mengurusi masalah banjir. Jadi, Pemda Surabaya membentuk Unit Pembantu Teknis (UPT) Banjir. Seluruh program banjir di pemda dikoordinir UPT dan terintegrasi.

Beberapa poin tersebut, lanjut Politisi Nasdem ini bakal menjadi rekomendasi Pansus banjir nantinya ke pemerintah. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan sejumlah materi untuk merumuskan rekomendasi hasil pansus nantinya.

“Kita masih ada kunjungan studi ke wilayah yang program penanggulangan banjirnya berhasil,” ujarnya. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0