26 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Hore! Bandara APT Pranoto Samarinda Dapat Sertifikat


Hore! Bandara APT Pranoto Samarinda Dapat Sertifikat
Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Sungai Siring Samarinda sudah siap beroperasi.

KLIKBONTANG.COM - Lebih tujuh tahun menunggu sejak masuknya APBD Kaltim pertama kali di 2011, Sertifikat Bandar Udara (SBU) Aji Pengeran Tumenggung (APT) Pranoto di Sei Siring akhirnya terbit pada Selasa, 15 Mei kemarin.

SBU itu bernomor 145/SBU-DBU/V/2018 ini terbit Selasa (15/5/2018) lalu. . Di SBU yang ditandatangani Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan, Agus Santoso ini, Bandara APT Pranoto memiliki Status Penggunaan sebagai Bandara Umum (publik)-Domestik.

Diketahui, SBU merupakan salah satu syarat dalam dalam pengoperasian Bandar Udara. Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong, serta Kepala Unit Pengelola Bandara Udara (UPBU) Temidung, Wahyu Siswoyo, pun langsung mengabarkan begitu diterimanya SBU APT Pranoto tersebut. Keduanya ikut sampaikan hal tersebut melalui pesan WhatsApp, Rabu (16/5/2018).

"Ya, SBU sudah terbit. Bayangkan, sejak 2011, akhirnya keluar sekarang. Itu belum lagi termasuk soal pengadaan tanah yang dilakukan tahun-tahun sebelum 2011. Kita bersyukurlah sudah dapat SBU," ucap Salman Lumoindong.

Ditemui kemudian, Salman kemudian ikut menjelaskan langkah lanjutan usai tersebitnya SBU tersebut. Ia bahkan lakukan sujud syukur dengan terbitnya SBU tersebut. "Ini sebagai tanda syukur. Setelah ini, dari pak Wahyu (Kepala UPBU Temindung), akan lakukan proofing flight. Itu seperti pengetesan semua kesiapan Bandar udara dalam melakukan penerbangan. Dijadwalkan pada 19 Mei untuk proofing flight," ucapnya.

Wahyu pun membenarkan bahwa sedang memersiapkan profing fligt (test penerbangan) dan soft launching bandara, yang dijadwalkan 24 Mei ini. "Kita lagi meeting persiapan 24 (soft launching) dan rencana profing flight," ungkap Wahyu.

Dengan demikian, bandara yang dibangun Pemprov Kaltim dengan biaya sekitar Rp 1,6 triliun ini sudah bisa dioperasikan untuk memindahkan penerbangan yang selama ini dilakukan di Bandara Temindung, Samarinda.

Setelah proofing flight tersebut, hari berikutnya, akan dilakukan kembali tes penerbangan awal, yang disebut Salman menggunakan pesawat X-press Air. "Beda hari (dari proofing flight), baru dilakukan tes penerbangan, meliputi pendaratan dan tes runway. Itu dilakukan sebelum 24 Mei," tambah Salman.

Pada 24 Mei nantinya, ia pun sampaikan rute mana yang akan menjadi rute awal dan penumpang perdana dari bandara APT Pranoto tersebut. "Sesuai dari jadwal, penerbangan perdana itu dilakukan X-press Air. Rutenya, adalah Tanjung Selor-Tarakan-Berau -dan menuju Samarinda. Untuk itu, saya sendiri juga akan mengetes sebagai penumpang dengan naik pesawat dari Berau yang berangkat jam 08.45 pagi lalu mendarat di Samarinda pada bandara APT Pranoto sekitar 10.00 pagi, di 24 Mei tersebut," ucapnya.

Bagaimana dengan maskapai besar, seperti Lion, Garuda Indonesia, Citilink dan Sriwijaya, disebutnya menunggu waktu hingga akhirnya maskapai-maskapai tersebut bisa lakukan penerbangan di APT Pranoto.

"Saya juga sudah berbincang dengan manajemen Garuda Indonesia Balikpapan. Mereka siap ajukan rute Samarinda -Makassar, Samarinda-Jakarta. Itu nanti tinggal menunggu perkembangan lanjutan. Mereka nanti juga akan buat business plan termasuk ajukan untuk rute penerbangan. Saat ini, kami sedang siapkan rencana untuk soft launching di 24 Mei," ucap Salman.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek juga ikut sumringah dengan datangnya SBU tersebut, saat diwawancara di tempat terpisah.

"Saya sudah terima kabar dari X-press Air. Nantinya menyusul Lion, Garuda, Sriwijaya. Jadi nanti Garuda akan turun dari Pontianak ke Samarinda. Dari Palangkaraya, turun ke Samarinda. Banjarmasin juga ke Samarinda. Nanti Samarinda juga aka nada rute baru, setelah kami serahkan (pengelolaan) ke AP I. Ada Samarinda-Ujung Pandang. Samarinda-Mamuju, Samarinda-Manado, Samarinda-Palu. Itu tidak mengganggu Bandara SAMS Balikpapan," ucapnya. (*)

Reporter : Ramadhan NR    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0