21 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Operasi Patuh Mahakam; Ribuan Ditilang, Terbanyak Tak Pakai Helm


Operasi Patuh Mahakam; Ribuan Ditilang, Terbanyak Tak Pakai Helm
Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti memasangkan pita sebagai simbolis dimulainya Operasi patuh Mahakam 2018 di Terminal Darat km 6 Bontang, Kamis (26/4/2018). Foto: KLIKBONTANG/Zaenul

KLIKBONTANG.COM - Operasi Patuh Mahakam di Kota Bontang, Kalimantan Timur resmi berakhir. Operaso yang digelar selama 14 hari itu berhasil menilang 1.305 pengendara dengan berbagai pelanggaran lalu lintas.

Jumlah tersebut bahkan melebihi target sasaran oleh Polda Kaltim sebanyak 900 penindakan terhadap 7 pelanggaran prioritas. Diantaranya tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), berkendara melebihi batas kecepatan, mengemudi dalam keadaan mabuk, menggunakan hp saat berkendara, pengendara di bawah umur, dan melawan arus.

Rinciannya, pelanggaran melawan arus 337 pelanggar, tidak menggunakan helm 371 pelanggar, tanpa safety belt 324 pelanggar, pengemudi dibawah umur 267 pelanggar, dan penggunaan handphone saat berkendara 6 pelanggar.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasatlantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono mengatakan operasi ini mengedepankan tindakan represif atau penindakan langsung. Pasalnya, dengan sistem hunting, pengemudi yang melanggar akan langsung ditindak atau ditilang.

“Jadi kami tidak lagi menerapkan sistem razia situasioner dengan menghentikan kendaraan dan mengecek kelengkapan surat-surat, karena dianggap kruang efektif,” jelas Irawan.

Pada operasi tahun ini, terdapat satu kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal. Dan menyebabkan pengemudi serta penumpang kendaraan roda dua meninggal dunia. Pengendara diketahui masih di bawah umur, dan belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) saat melaju dengan kendaraannya dari arah Bontang Lestari menuju Bontang Kota.

Tingginya laju kendaraan membuat pengendara lepas kendali di tikungan tajam, hingga akhirnya menabrak median jalan dan terlempar ke jalur berlawanan.

“Kemudian membentur bagian belakang mobil pick up yang melintas di jalur berlawanan menuju Bontang Lestari. Akhirnya korban meninggal dunia,” katanya. (*)

Reporter : Zaenul Fanani    Editor : Said NR



Comments

comments


Komentar: 0