18 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Harga Ikan di Samarinda Melonjak di Awal Ramadan


Harga Ikan di Samarinda Melonjak di Awal Ramadan
Ilustrasi penjual ikan

KLIKBONTANG.COM - Lonjakan harga kebutuhan pokok warga di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali terjadi. Kali ini, menyusul lonjakan harga ayam beberapa waktu lalu, harga ikan mengalami kenaikan pada hari keenam bulan Ramadan 1439 Hijriah.

Misal, harga ikan tongkol yang biasanya Rp25 ribu per kilogram, kini menjadi Rp35 ribu per kilogram. Harga ikan budidaya seperti bandeng juga naik dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram. Ikan layang dari Rp35 ribu dijual Rp38-40 ribu per kilogram.

Pun begitu dengan harga jenis komoditi laut lainnya seperti udangB. Biasanya, udang di pasar seharga Rp50 ribu per kilogram. Kini harga udang melonjak menjadi Rp75 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ikan ini tak dapat dihindari para pedagang ikan di Samarinda. Misal, Sapri yang berjualan di Pasar Segiri Samarinda. Sapri banyak menerima keluhan pembeli yang merasa kecewa dengan kenaikan harga ikan segar.

Namun, dirinya tak bisa berbuat banyak. Para pedagang perlu menaikan harga untuk mengembalikan modal jual yang dikeluarkan. Pedagang pun mengaku pendapatan mereka menurun.

Para pedagang menyatakan jika kenaikan harga ikan ini dipicu karena sebagian besar nelayan di kota Samarinda belum beraktivitas secara rutin melaut pada awal Ramadan ini. Akibatnya, pasokan ikan menurun dan menyebabkan harga ikan segar di pasaran melonjak hingga 50 persen.

"Stoknya kurang, di pelelangan memang stoknya gak ada. Pembeli juga mengeluh. Tapi pedapatan pedagang jadi menurun," ujar Sapri saat ditemui Rabu 23 Mei 2018.

Masyarakat mau tidak mau harus menerima kenaikan harga ikan segar di pasar. Kenaikan harga ini berkisar antara 30-50 persen tersebut.

Sukarti, misalnya, seorang pemilik warung makan di Samarinda menyatakan sulit menjual makanannya karena lonjakan harga yang terjadi. Sukarti terpaksa mengurangi pembelian ikan dari 7 kilogram per hari menjadi 4 kilogram. Kenaikan harga ini justru membuat pendapatan Sukarti menjadi tidak menentu.

"Ini puasa baru berapa hari belum bisa nutup pendapatan. Yang penting kembali modal lagi. Kalau yang hari biasa biasa enak aja. Dari modalnya Rp1,5 juta bisa menjadi Rp2 juta. Sekarang kita tidak tahu pendapatan," ujar Sukarti. (*)

Reporter : Jie | KlikSamrinda.com    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0