18 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bandara APT Pranoto Samarinda Resmi beroperasi


Bandara APT Pranoto Samarinda Resmi beroperasi
Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Sungai Siring Samarinda sudah siap beroperasi.

KLIKBONTANG.COM - Bandara Temindung Samarinda di Kalimantan Timur, sore ini resmi ditutup setelah 44 tahun dioperasikan. Pelayanan penerbangan dipindah ke bandara baru, yakni Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Samarinda Utara.

Penutupan operasional Bandara Temindung yang memiliki panjang landasan hanya 1.040 meter itu dilakukan tepat pukul 15.36 Wita secara simbolis, oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

"Dengan mengucap Bismillah selama 44 tahun, hari ini kita akhiri operasionalnya," kata Awang, saat menutup operasional Temindung, Rabu (23/5/2018).

Bandara Temindung yang melayani penerbangan perintis antar kabupaten dan kota di Kaltim, memang sudah tidak laik lagi. Lokasinya yang berada di tengah-tengah padatnya permukiman penduduk, menjadikannya tidak mungkin lagi untuk dikembangkan.

Sementara, Bandara APT Pranoto sendiri lebih representiatif. Dilengkapi panjang runway 2.250 meter dan lebar 45 meter, akan mampu didarati Boeing 737 NG dan Airbus 320.

Awang menjelaskan, tahap pertama Bandara APT Pranoto dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung. Namun ke depan, bandara di ibukota provinsi itu dikelola PT Angkasa Pura (AP) I meski dengan beberapa catatan.

"Kaltim boleh kerjasama tapi harus saling menguntungkan agar ada pendapatan daerah, dan tidak semata-mata masuk kocek AP. Tentu kita akan bahas pasal demi pasal," ujar Awang.

Bandara Internasional APT Pranoto mulai beroperasi Kamis (24/5/2018), pukul 08.00 Wita. "Besok soft opening. Pada Grand Opening nanti kita harap ada tangan (sudah bekerjasama) dengan AP I," terang Awang.

Awang menjelaskan, selain rute Jakarta, Surabaya dan Makassar, bakal banyak rute baru nantinya dari Samarinda. "Misal ke Palu dan Manado. APT Pranoto buka rute baru agar bersaing secara bisnis. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dengan kehadiran Pranoto ini," tegas Awang.

Sementara Kepala UPBU Temindung Wahyu Siswoyo menegaskan, sesuai laporan dia kepada Kementerian Perhubungan, Bandara Temindung memang ditutup hari ini per pukul 16.00 Wita.

"Bandara ini sudah 44 tahun beroperasi, dan seluruh layanan pindah ke APT Pranoto yang dibuka 24 Mei 2018 pukul 08.00 waktu lokal," tutur Wahyu.

Penutupan operasional Bandara Temindung yang memiliki panjang landasan hanya 1.040 meter itu dilakukan tepat pukul 15.36 Wita secara simbolis, oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

"Dengan mengucap Bismillah selama 44 tahun, hari ini kita akhiri operasionalnya," kata Awang, saat menutup operasional Temindung, Rabu (23/5/2018).

Bandara Temindung yang melayani penerbangan perintis antar kabupaten dan kota di Kaltim, memang sudah tidak laik lagi. Lokasinya yang berada di tengah-tengah padatnya permukiman penduduk, menjadikannya tidak mungkin lagi untuk dikembangkan.

Sementara, Bandara APT Pranoto sendiri lebih representiatif. Dilengkapi panjang runway 2.250 meter dan lebar 45 meter, akan mampu didarati Boeing 737 NG dan Airbus 320.

Awang menjelaskan, tahap pertama Bandara APT Pranoto dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung. Namun ke depan, bandara di ibukota provinsi itu dikelola PT Angkasa Pura (AP) I meski dengan beberapa catatan.

"Kaltim boleh kerjasama tapi harus saling menguntungkan agar ada pendapatan daerah, dan tidak semata-mata masuk kocek AP. Tentu kita akan bahas pasal demi pasal," ujar Awang.

Bandara Internasional APT Pranoto mulai beroperasi Kamis (24/5) besok, pukul 08.00 Wita. "Besok soft opening. Pada Grand Opening nanti kita harap ada tangan (sudah bekerjasama) dengan AP I," terang Awang.

Awang menjelaskan, selain rute Jakarta, Surabaya dan Makassar, bakal banyak rute baru nantinya dari Samarinda. "Misal ke Palu dan Manado. APT Pranoto buka rute baru agar bersaing secara bisnis. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dengan kehadiran Pranoto ini," tegas Awang.

Sementara Kepala UPBU Temindung Wahyu Siswoyo menegaskan, sesuai laporan dia kepada Kementerian Perhubungan, Bandara Temindung memang ditutup hari ini per pukul 16.00 Wita.

"Bandara ini sudah 44 tahun beroperasi, dan seluruh layanan pindah ke APT Pranoto yang dibuka 24 Mei 2018 pukul 08.00 waktu lokal," tutur Wahyu. (*)

Reporter : Omar NR | Antara    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0