21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Argentina Terancam Angkat Koper


Argentina Terancam Angkat Koper
Willy caballero membuat blunder fatal yang berujung gol Ante Rebic. (REUTERS/Ivan Alvarado)

KLIKBONTANG.COM - Timnas Argentina menelan kekalahan 0-3 dari Kroasia dalam lanjutan pertandingan di Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Nizhny Novgorod, Jumat (22/6).

Padahal Argentina membutuhkan kemenangan di pertandingan kedua itu demi menjaga peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2018. Pada pertandingan pertama Argentina harus puas bermain imbang 1-1 dengan Islandia. Karena itu, demi mendapatkan tiga poin pelatih Jorge Sampaoli membuat perubahan signifikan dalam skuatnya.

Peluang Argentina lolos ke babak 16 besar menipis setelah dikalahkan Kroasia 0-3. Tim Tango kini tinggal berharap Islandia tidak mengalahkan Nigeria pada laga malam ini untuk menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.

Sampaoli sangat kecewa dengan kekalahan Argentina dari Kroasia. Bahkan, ia mengaku tidak bisa menjelaskan penyebab kekalahan telak itu.

"Saya merasakan sakit luar biasa karena kekalahan ini. Saya tidak tahu bagaimana menganalisis pertandingan ini. Rencana saya tidak berjalan, sekarang kami harus menunggu untuk kesempatan kecil untuk lolos, kemudian kami harus berjuang. Kami tidak punya pilihan lain," ujar Sampaoli dikutip dari Marca.

Hasil Adil di Samara Arena

Skor imbang 1-1 pada pertandingan Grup C Piala Dunia 2018 di Samara Arena, Kamis (21/6), merupakan hasil yang adil bagi Denmark dan Australia. Ambisi besar, tapi minim kreativitas, membuat laga Denmark vs Australia pantas berakhir imbang.

 

Denmark vs Australia Imbang, Hasil Adil di Samara Arena Gol Christian Eriksen gagal dipertahankan Denmark saat ditahan imbang Australia. (REUTERS/Dylan Martinez)

Sempat unggul cepat lewat gol Christian Eriksen pada menit ketujuh, Denmark kemudian hanya mampu meraih satu poin setelah Australia sukses menyamakan kedudukan lewat penalti Mile Jedinak menit ke-38.

Denmark sepertinya akan meraih kemenangan ketika Eriksen mencetak gol cepat lewat proses cukup indah. Gelandang serang Tottenham Hotspur itu menerima umpan sodoran Nicolai Jorgensen.

Sementara penalti Jedinak berawal dari handball yang dilakukan penyerang Denmark Yussuf Yurari Poulsen ketika berusaha mengantisipasi sundulan Matthew Leckie. Wasit Antonio Mateu sempat melanjutkan pertandingan sebelum memutuskan untuk melihat VAR.

Kegagalan Denmark dan Australia mencetak gol di babak kedua bisa dimengerti. Baik Denmark dan Australia bermain tanpa cela hingga akhir laga. Tidak ada kesalahan yang diciptakan kedua tim yang bisa dimanfaatkan lawan.

Selain itu skor imbang 1-1 tercipta karena Denmark dan Australia tidak memiliki pemain bomber di lini depan. Sejumlah peluang yang didapat di babak kedua sebenarnya bisa membuahkan hasil andai Denmark dan Australia punya striker tajam kelas dunia.

Menang Tipis, Prancis Lolos 16 Besar

Performa Prancis di babak kedua melawan Peru mengalami penurunan. (REUTERS/Damir Sagolj)

Timnas Prancis menjadi tim ketiga yang sukses lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Peru 1-0 di Ekaterinburg Arena, Kamis (21/6/2018).

Prancis menunjukkan determinasinya atas Peru sejak menit awal permainan. Serangan dari Antoine Griezmann, Paul Pogba, hingga bek Raphael Varane mengalir ke pertahanan Peru.

Atraktifnya permainan Les Bleus tidak terlepas dari perubahan strategi pelatih Didier Deschamps. Olivier Giroud dimainkan sejak menit awal dan menggeser Griezmann berada di belakang striker.


Kengototan Prancis untuk meraih kemenangan tersebut sangat terasa hingga pertengahan babak pertama. Namun, lini belakang dan juga kiper Peru Pedro Gallese mampu membuat serangan Prancis redup.

Sampai akhirnya penyerang muda Prancis Kyilian Mbappe menggetarkan gawang Peru pada menit ke-34. Mbappe membobol gawang Gallese memanfaatkan bola liar hasil tendangan Olivier Giroud yang diblok bek Peru.

Jika Prancis ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2018, menghindari pertemuan dengan Brasil di 16 besar menjadi salah satu strategi. Meskipun, nasib Brasil sendiri untuk lolos ke babak gugur belum jelas usai ditahan imbang Swis 1-1 di laga pertama.

Upaya menghindari Brasil itu bisa dimulai di pertandingan terakhir melawan Denmark nanti. Apabila Hugo Lloris dan kawan-kawan benar-benar ingin menghindari Brasil

Sayang, serangan bertubi-tubi yang dilakukan Peru di babak kedua tidak mengubah hasil. Rapi dan disiplinnya lini belakang Prancis membuat Tim Ayam Jantan menang dengan skor 1-0. (*)

Reporter : Ramadhan NR | Berbagai Sumber    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0