21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tiba setelah 36 Jam, Kaki Melepuh, Nyaris Menyerah di Detik Akhir


Tiba setelah 36 Jam, Kaki Melepuh, Nyaris Menyerah di Detik Akhir
Ketua Tim Pemenangan, Agus Haris menyerahkan bendera kepada Gubernur Kaltim terpilih Isran Noor. Mereka tiba di kediaman Isran di Samarinda, Minggu (8/8) malam.

"Saya sepertinya menyerah saja. Cukup sampai di sini, saya tidak sanggup," ujar Agus Haris, Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi dengan nafas tersengal. 

Ichwal Setiawan, Bontang

TENAGA Agus Haris nyaris tandas saat itu. Dia bersama rombongan sudah berjalan lebih dari 100 kilo meter untuk menunaikan nazar mereka: jalan kaki dari Bontang ke Samarinda jika pasangan Isran-Hadi menang di Pilgub Kaltim. Agus dan rekannya tak pernah membayangkan 'ide gila' untuk merayakan suka cita itu akan begitu menyiksa mereka.

Rombangan yang berisikan tim dari partai Koalisi pendukung Pasangan Calon Isran Noor – Hadi Mulyadi tersebut memulai langkah dari Kantor DPC PKS di Jalan Bhayangkara, Bontang Utara, Sabtu 7 Juli 2018. Mereka mengambil rute jalan poros Marang Kayu-Muara Badak. Setelah berjalan sejauh 25 kilo meter di bawah terik matahari, rombongan mulai kelelahan.

Kebanyakan dari mereka mengeluh karena kakinya seperti dibakar. Agus Haris juga merasakan hal sama. Namun dia buru-buru mengganti sepatunya dengan sendal jepit. Baju lengan panjang yang ia kenakan juga diganti dengan kaos kutang. 

"Kaki saya sudah mulai panas. Makanya langsung diganti sendal. Banyak dari tim kami yang kakinya mulai melepuh," kata dia. 

Setelah berganti kostum, Agus Haris yang berjalan bersama 50 orang itu mantap meniti jalan aspal menuju Samarinda, tepatnya menuju kediaman Isran Noor. Masih ada jarak 95 kilometer lagi di depanya. Setelah itu, langkah peserta mulai melambat. Satu per satu anggota rombongan tumbang. Kebanyakan dari mereka tak tahan karena kakinya sudah melepuh. Kendaraan ambulance yang mengekor laris ditumpangi peserta jalan kaki Bontang–Samarinda.

Selang 7 jam berjalan kaki Rombongan memasuki wilayah Kutai Kartanegara, Desa Semangkok. Kepala desa menyambut para rombongan ini. Kebetulan, sang kepala desa merupakan kader satu partai dengan Agus Haris. Selama satu jam rombongan disuguhkan makanan dan minuman penghilang dahaga seraya menikmati lantunan musik.Setelah beristirahat. Rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Pegal di betis dan sekujur tubuh mulai terasa. Telapak kaki pun mengeras yang lama kelamaan terasa berat diangkat.

“Yah serasa mau pecah betis rasanya,” ungkap Agus Haris.

Saat malam tiba, rombongan melangkah sedikit lebih cepat. Berharap dapat memangkas rute panjang ini saat ke-esokan harinya. Pukul 03.00 dini hari rombongan memutuskan istirahat sejenak. Masjid di wilayah Kecamatan Muara Badak menjadi tempat berbaring malam itu. Cukup dua jam terlelap. Azan Salat subuh berkumandang. Peserta menunaikan ibadah lalu disambung dengan senam peregangan.

“Kita senam dulu untuk merengangkan otot-otot setelah berjalan kaki seharian,” kata dia.

Perjalanan dilanjutkan. Peserta tak seramai di awal melangkah. Sekitar 30 peserta rombongan ini memutuskan menumpangi mobil yang tetap mengekor sejak awal berjalan. Namun, tiga orang anggota DPRD Bontang yakni, Agus Haris, Ma’aruf Effendi dan Abdul Malik memaksakan kakinya terus berjalan. Muara badak mulai ditinggalkan dan mulai memasuki perbatasan Samarinda – Kutai Kartanegara, sekira Pukul 12.15 Wita rombongan ini beristirahat di Masjid tak jauh dari tugu selamat datang Kota Samarinda. Niatan untuk menyerah sempat terlintas.

"Waktu saya istirahat di masjid, saya sempat bilang sudah tidak sanggup untuk melanjutkan. Saya menyerah. Tapi teman-teman terus memberi semangat, dan akhirnya kami kembali berjalan," ungkapnya.

Sekitar 36 jam berjalan rombongan akhirnya tiba di kediaman Isran Noor di Samarinda pada Pukul 21.00 Wita. Isran, kata Agus Haris, tak menyangka rombongan nekat menunaikan nazarnya.

“Pak Isran kaget saat itu. Bahkan tak percaya kami benar-benar mau jalan kaki. Kami bersyukur dan lega dapat menunaikan nazar,” ujar Agus Haris. (*)

Reporter : M Ichwal Setiawan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0