21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Neni Bermimpi Pabrik Pengalengan Ikan Bisa Berdiri di Bontang


Neni Bermimpi Pabrik Pengalengan Ikan Bisa Berdiri di Bontang
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni saat mengunjungi PT SMS di Kota Bitung. (Herman/humas pemkot)

KLIKBONTANG.COM - Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menyempatkan diri mengunjungi PT Samudra Mandiri Sentosa (SMS), di Jalan Wolter Monginsidi Km 5, dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kompleks Perikani Aertembaga Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (7/7) akhir pekan lalu.

PT Samudra Mandiri Sentosa ini merupakan perusahaan ikan tuna kaleng. Perusahaan ini mulai bergerak tahun 2012, dengan mengembangkan salah satu pengalengan tuna terbesar di wilayah Timur Indonesia, dengan kapasitas per hari 150 MT. Didukung hasil ikan yang melimpah serta fasilitas seperti pelabuhan perikanan terpusat di Kota Bitung.

Kunjungan Kerja ke PT SMS dan Pelabuhan Perikanan Kota Bintung ini menurut Neni, salah satu langkah yang dilakukannya untuk mewujudkan berdirinya pabrik pengalengan Ikan di Kota Bontang, karena hal tersebut sangat berpeluang mengingat Bontang dan Bitung memiliki kesamaan. Sama-sama Kota berbasis maritim dan industri dengan kekayaan laut seperti ikan sangat melimpah.

“Pabrik ikan kaleng ini sebenarnya salah satu mimpi yang saya harus wujudkan, karena pastinya memiliki multiplier effeck bagi masyarakat Kota Bontang. Insyaallah upaya ini akan saya lakukan, karena fasilitas pendukung seperti pelelangan ikan, kawasan industri, dan kawasan ekonomi kita sudah ada. Maka dari itu tentunya kita berharap PT SMS ini, mau beriinvestasi di Kota Bontang khususnya pengalengan ikan ini,” terang Neni.

Lebih lanjut Neni menjelaskan, ketertarikannnya untuk berkunjung ke PT SMS ini karena perusahaan ini telah melakukan ekspor produk tuna kaleng dari alat tangkap ramah lingkungan ke Asia, Australia, Kanada and Eropa, serta Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, PT SMS ini memiliki komitmen bersama untuk kualitas perikanan berkelanjutan, ramah lingkungan, disertai sistem dan dasar pemikiran berdasarkan ketentuan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan perusahaan ini telah mendapat sertifikat dari British Retail Consortium (BRC), OU dan Sertifikat Halal

“Bisa kita bayangkan kalau ini terwujud pastinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan di Kota Bontang. Karena nantinya ikan hasil tangkapan mereka akan dibeli dan dikelola untuk jadi ikan kaleng oleh perusahaan ini. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kota Taman, semoga secepatnya kita bisa memiliki pabrik pengalengan ikan di kota taman,” ungkapnya. (hms7)

Reporter : Andi Yusrianto | Humas    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0