21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Belgia Harus Lawan Prancis Tanpa Rasa Takut


Belgia Harus Lawan Prancis Tanpa Rasa Takut
Salah satu anggota generasi emas Belgia Kevin de Bruyne. (REUTERS/John Sibley)

KLIKBONTANG.COM - Pelatih timnas Belgia Roberto Martinez meminta anak asuhnya tampil tanpa rasa takut saat melawan timnas Prancis di laga semifinal Piala Dunia 2018, di St. Petersburg, Rusia, Rabu (11/7).

"Tidak diragukan lagi demikian. Tim ini harus tampil tanpa rasa takut sama sekali. Jika kami menjalani laga dengan ketakutan, kami akan jatuh dan kami tak bisa melakukan hal yang seharusnya bisa kami lakukan," ujar dia, kepada ESPN.

"Bermain tanpa rasa takut mungkin jadi hal yang paling menolong kami," imbuhnya.

Selain itu, Martinez menggarisbawahi soal kerja kolektif. Saat itu terjadi, semua pemain akan mengenyampingkan kepentingan individunya dan mengutamakan kepentingan tim.

"Anda harus jadi [bagian dari] keseluruhan tim sejak hari pertama [memperkuat timnas]. Saya yakin bahwa untuk memenangkan turnamen Anda harus bekerja secara kolektif sebagai sebuah tim," tutur dia, yang merupakan eks manajer Everton itu.

Belgia melaju hingga ke babak semifinal, yang merupakan pertama kalinya sejak Piala Dunia 1986, dengan mengalahkan sejumlah tim favorit. Di antaranya, Brasil. Itu disebut tak lepas dari generasi emas yang menghuni timnas Belgia.

Deschamps Melangkah Pasti Menuju Sejarah

Hanya ada dua sosok yang pernah memenangi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih, yaitu Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. Didier Deschamps punya kualitas untuk jadi sosok ketiga.

Deschamps adalah nama besar dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia berada di generasi emas pada akhir era 90-an. Generasi yang awalnya diragukan bisa berprestasi lantaran meminggirkan pemain-pemain flamboyan macam Eric Cantona dan David Ginola.

Deschamps, sebagai gelandang bertahan, punya peran penting di balik keberhasilan Prancis jadi juara Piala Dunia 1998. Dua tahun kemudian, ia menjabat posisi sebagai kapten tim ketika Prancis jadi Raja Eropa.

Selepas kariernya sebagai pemain, Deschamps lalu merintis perjalanan berikutnya sebagai pelatih. Bakatnya sebagai pelatih sudah terlihat sejak ia mampu membawa Monaco jadi runner up Liga Champions 2003. Ia lalu menolong Juventus kembali ke Serie A, membawa Marseille juara Liga Prancis sebelum dilirik jadi pelatih timnas Prancis pada 2012.

Dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2018, Deschamps dianugerahi berkah banyaknya pemain muda berbakat yang muncul di Prancis dalam dua tahun terakhir.

Pemain macam Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Benjamin Pavard, hingga Nabil Fekir adalah nama-nama yang belum diperhitungkan dua tahun sebelumnya. Mereka menyeruak masuk sehingga membuat Deschamps tak lagi banyak menggunakan pondasi tim Piala Eropa 2016 untuk Piala Dunia 2018.

Di Piala Dunia 2018, tak banyak beban yang diusung oleh timnas Prancis. Namun mereka terbukti jadi tim dengan komposisi yang imbang, dari lini depan hingga belakang.

Deschamps punya materi pemain yang mumpuni untuk membawa Prancis jadi juara dunia. Ia juga punya kemampuan strategi yang baik untuk mengeluarkan potensi maksimal dari tim 'Ayam Jantan'.

Nilai plus dari Deschamps, ia pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Pemain-pemain Prancis akan melihat Deschamps sebagai sosok penuh karisma karena ia adalah pahlawan bagi sebagian besar pemain Prancis di masa kecil mereka. Dengan latar belakang itu, pemain Prancis akan selalu menaruh kepercayaan penuh pada pria yang dijuluki 'pengangkut air' oleh Eric Cantona ini. (*)

Reporter : Omar NR | CNN    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0