24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Warga Malahing Dilatih Olah Sampah jadi Kompos


Warga Malahing Dilatih Olah Sampah jadi Kompos
Warga Malahing antusias mendengakan pengarahan dari narasumber cara mengelola pupuk kompos, Kamis (12/7/2018). (DARWIN/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Perhatian Pupuk Kaltim kepada masyarakat Kampung Malahing, Kota Bontang kembali terwujud melalui sosialisasi pembuatan pupuk kompos organik bersama Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mekar Sari, Kamis, 12 Juli 2018.

Irma Safni, Pendamping Tim Program Corporate Social Responsbility (CSR) PT Pupuk Kalimantan Timur di Malahing menjelaskan, sosialisasi komposting atau pembuatan pupuk kompos organik merupakan program di bidang lingkungan.

Tujuan kegiatan ini agar warga Malahing dapat secara mandiri membuat pupuk kompos. Melalui pengelolaan sampah, kita dapat mengurangi adanya penumpukan sampah. Di samping meringankan beban warga di Kampung Malahing membawa sampah ke daratan, manfaat lain yaitu mampu menghasilkan keuntungan secara ekonomis. Sampah anorganik dapat didaur ulang misalnya menjadi sebuah kerajinan, sedangkan sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.

"Jadi di sini ada penggiat dari Departemen CSR, Departemen Lingkungan Hidup dan Departemen Laboraturium dari Pupuk Kaltim bersama tim dari Kube Mekar Sari yang akan mengajarkan warga Malahing membuat pupuk kompos dari sampah organik sisa makanan di rumah," ujarnya.

Dijelaskan, pengelolaan sampah di Kampung Malahing sampai saat ini hanya sebatas pemilahan di rumah sampah terpadu. Sehingga selanjutnya akan diimbau untuk melakukan pemilahan sampah di rumah tiap warga.

Melalui sosialisasi ini, Pupuk Kaltim melatih warga di Kampung Malahing membuat kompos skala rumah tangga dengan peralatan yang sangat sederhana. Pertama, sampah organik seperti sisa bahan makanan terlebih dahulu dipisahkan dari sampah non organik. Kemudian bahan organik tadi dimasukan ke dalam komposter atau alat berupa wadah yang digunakan untuk membuat kompos.

Irma juga mengimbau kepada warga agar terus bekerja sama menjaga lingkungan yang bersih dengan kebersamaan dan semangat gotong-royong. Sebab, terciptanya lingkungan yang bersih bukan hanya peran dari salah sstu warga tetapi menjadi kewajiban bersama.

Di tempat sama, Ketua Kube Mekar Sari Rahmawati mengatakan sampah sisa makanan seperti nasi dan sayur merupakan sampah organik yang masih bermanfaat sebagai bahan baku pembuatan kompos.

 

Tim Dept. CSR, Dept. Lingkungan Hidup dan Dept. Laboraturium Pupuk Kaltim berfoto bersama warga Kampung Malahing, Kamis, 12 Juli 2018. (DARWIN/KLIKBONTANG)

"Usai dipilah, sampah organik dapat dijadikan kompos cair melalui proses fermentasi menggunakan bahan-bahan tambahan seperti air bersih, gula merah, air kelapa, air cucian beras, ragi dan terasi," terangnya.

Dikarenakan jangkauan letak pasar tradisional dari Kampung Malahing cukup jauh, sehingga untuk mendapatkan sayur mayur atau buah-buahan menjadi hambatan. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan menanam sayur atau buah-buahan tersebut secara mandiri menggunakan bantuan pot-pot untuk tanaman. Selain itu, mampu mengatasi dan mengurangi biaya belanja ibu-ibu disini.

Tanaman yang sehat, membutuhkan perawatan yang baik seperti nutrisi yang diperoleh dari pupuk kompos. Kube Mekar Sari merupakan kelompok usaha bersama masyarakat di Kelurahan Guntung yang pernah berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional.

Tak dapat dipungkiri, keberhasilan Kube Mekar Sari mengelola sampah menjadi pupuk merupakan hasil dukungan program CSR Pupuk Kalim. Usai mendapat bantuan di tahun 2013, Kube Mekar Sari terus tumbuh berkembang hingga di tahun 2016, prestasi membanggakan berhasil diraih sebagai juara satu lomba Kube tingkat nasional.

"Semangat inilah yang ingin kami bagi bersama warga disini. Kami mengajak masyarakat sadar lingkungan misalnya menjaga kebersihan termasuk memilah sampah dan mampu mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomis," ajaknya. (INFORIAL)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0