21 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kisah Lalu Zohri yang Dibujuk Mati-matian untuk Tekuni Lari


Kisah Lalu Zohri yang Dibujuk Mati-matian untuk Tekuni Lari
Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (tengah) menjadi juara dunia lari 100 M untuk U-20. (Foto: Stephen Pond/Getty Images for IAAF)

KLIKBONTANG.COM - "Side (kamu) sudah hebat, tapi side akan hebat luar biasa kalau di nomor olahraga perorangan," begitu ucapan Rosida.

Ya, itulah awal mula Rosida, guru olahraga di SMP Negeri 1 Pemenang, Dasan Lontar, Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB, membujuk Lalu Muhammad Zohri untuk bergelut di cabang olahraga atletik.

Melompat ke masa sekarang, Zohri kini lahir sebagai juara dunia junior nomor 100 meter putra saat finis 10,18 detik. Remaja berusia 18 tahun itu mencetak sejarah baru bagi Indonesia di IAAF World U-20 Championships pada pertandingan Rabu (11/7/2018) atau Kamis (12/7) dini hari WIB.

Berlari dari Lane 8, gelar juara dunia pertama kalinya diukir Indonesia dalam kejuaraan berlangsung di Ratina Stadium, Kota Tampere, Finlandia itu. Tak ada yang menyangka, termasuk mungkin Zohri sendiri yang semasa kecil lebih sering bermain sepak bola.

"Dia aktifnya di sepak bola dari SD. Saya terus membujuk Zohri untuk ikut Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang atletik, tapi dia tidak mau. 'Nanti saja ah, capek Bu,' katanya," ucap Rosida kepada kumparanSPORT saat dihubungi via telepon, Kamis (12/7).

Namun, dengan segala kepercayaan yang ada di benak Rosida, wanita berusia 46 tahun itu terus berusaha mengajak Zohri berlatih lari.

"Memang saya melihat dari postur tubuh Zohri, dulu sudah beda dari temannya yang lain. Cara jalan juga, saya punya feeling. Dia itu orang yang punya kelebihan, tapi dia (Zohri) cuek anaknya. Menolak terus," imbuh Rosida.

"Saya tidak putus asa, selalu berdoa agar ada kejuaraan lagi. Kemudian, barulah ada kejuaraan daerah (kejurda) atletik di NTB tahun 2015. Zohri bisa sumbang dua emas untuk KLU," katanya.

Setelah itu, Zohri pun fokus menggeluti cabang olahraga atletik di nomor perorangan putra hingga akhirnya mengisi skuat pemusatan latihan nasional (pelatnas) atletik PB PASI awal 2018 lalu.

Nah, sebelum bertanding di kejuaraan dunia, Zohri pun masih sempat mengirimkan pesan singkat (sms) ke sang guru tercinta. Remaja yang masih duduk di bangku kelas 3 SMAN 2 Mataram itu meminta doa dari Rosida.

"Assalamualaikum Bu. Bu, minta doanya. Saya mau pergi tanding ke Finlandia. Tanggal 10 saya main," kata Rosida menirukan sms dari Zohri.

"Selamat berjuang anakku. Ibu doakan semoga sukses. Selamat jalan, selamat berjuang. Junjung tinggi sportivitas, semoga sukses. Amiin," jawab Rosida.

Iringan doa dari Lombok Utara pun boleh jadi merupakan satu suntikan semangat yang membuat kaki Zohri bisa berlari mengalahkan dua wakil Amerika Serikat, Anthony Schwartz yang finis 10,22 (.211) detik dan Eric Harrison di tempat ketiga dengan waktu 10,22 (.220) detik.

"Tadi pagi saya diucapin selamat dari orang-orang. Dari situlah saya tahu Zohri juara. Saya sudah menunggu-nunggu sejak malam. Alhamdulillah, bersyukur senang sekali," kata Rosida semringah.

Sampai kapan pun, Rosida berjanji akan terus mengirimkan doa dan dukungan kepada Zohri, yang merupakan anak yatim-piatu. Terutama jelang Asian Games 2018 di Jakarta, Rosida berharap Zohri kembali menyumbang emas bagi 'Merah-Putih'.

"Semoga terus bisa menyumbang emas. Tetap rendah hati, semangat. Jaga akhlak. Tak ada yang bisa ibu kasih lebih, hanya doa saja," ucapnya.

Hadiah Jokowi untuk Zohri: Renovasi Rumah

Prestasi gemilang Lalu Muhammad Zohri mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo. Pemuda asal Lombok yang menyabet Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 di Finlandia itu, mengukir kebanggaan di hati Jokowi dan seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Jokowi, prestasi yang diraih seluruh atlet-atlet dari beragam cabang olahraga termasuk Zohri, akan menjadi modal penting Indonesia untuk berjaya di Asian Games 2018 pada Agustus mendatang.

"Saya kira tidak saya saja, tapi seluruh rakyat Indonesia tentu senang dan bangga. Kayak kemarin badminton, itu modal (untuk) Asian Games 2018. Ini nanti lari modal lagi untuk Asian Games," ucap Jokowi dikutip Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (12/7) malam.

Selain memberikan ucapan selamat, Jokowi juga memberikan hadiah untuk Zohri. Jokowi telah menginstruksikan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk merenovasi rumah Zohri di Lombok.

Zohri yang yatim piatu, berasal dari keluarga sederhana. Rumahnya yang berlokasi di Desa Pemenang Barat, Lombok Utara, terbuat dari papan kayu yang tua dan rapuh.

"Untuk prestasi yang diraih Zohri, saya telah memerintahkan Menteri PU dan Perumahan Rakyat untuk merenovasi rumah Zohri di Lombok," ungkap Jokowi.

Zohri mencapai garis finish di urutan pertama, mengalahkan Anthony Schwartz dan Eric Harrison dari Amerika Serikat, Thembo Monareng asal Afrika Selatan dan Dominic Ashwell dari Inggris. Zohri berhasil mencatatkan waktu lari 10,18 detik.

Catatan waktu Zohri ini juga memecahkan rekor nasional junior 100 meter putra yang tercatat atas namanya sendiri sebelumnya, yakni 10,25 detik. Dan mendekati rekornas senior 10,19 detik atas nama sprinter Suryo Agung Wibowo. (*)

KLIK JUGA: VIDEO: Detik-Detik Zohri menjadi Manusia Tercepat dari Indonesia

Reporter : Ramadhan NR    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0