21 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bontang Harus Rebut Piala Adipura Lagi!


Bontang Harus Rebut Piala Adipura Lagi!
Walikota Neni Moerniaeni didampingi Kepala DLH Bontang Agus Amir (kanan) berfoto bersaia usai menerima piala Adipura Kirana di Istana Siak 2016 lalu. (DOK/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Pemkot Bontang diminta kembali merebut Piala Adipura yang sempat luput diraih tahun lalu. Tercatat Kota Bontang membukukan 9 kali penghargaan bergengsi untuk bidang lingkungan ini. Sayangya, tahun lalu penghargaan ini gagal diterima.

Anggota Komisi III DPRD Bontang, M Dahnial mengatakan tahun ini pemerintah harus meraih kembali Piala Adipura yang sejak 2008 lalu diboyong. Evaluasi hasil penilaian tahun lalu, menjadi dasar pemerintah untuk berbenah.

“Tahun lalu kita lepas. Katanya, karena nilai pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rendah,” kata Dahnial kepada wartawan.

Menurut politisi Gerindra ini, inovasi untuk peningkatan TPA ramah lingkungan harus menjadi program prioritas pemerintah saat ini. Agar skoring untuk kawasan pembuangan sampah berbasis ramah lingkungan meningkat.

Dijelaskan, sejak tiga tahun terkahir seleksi peraih adipura semakin ketat. Setiap daerah tak hanya dinilai dari kebersihan lingkungan, namun inovasi serta pertumbuhan ekonomi berbasis berkelanjutan menjadi poin penilaian baru.

“Karena semakin sulit. Kita juga harus meningkatkan sektor-sektor yang minim. Ini juga untuk pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dahnial.

Lebih lanjut, ajang Piala Adipura ini menjadi bergengsi karena bisa menjadi indikator keberhasilan pemerintah. Pemerintah dinilai baik, jika mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi namun selaras dengan pelestarian lingkungan hidup.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aguis Amir mengatakan kegagalan tahun lalu pun sudah dibenahi. Yakni pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang masih kurang maksimal, sehingga dampak gas metan dan karbondioksida sebagai emisi gas rumah kaca, dinilai mampu menyebabkan pemanasan global serta perubahan iklim.

Lanjut dia, tahun ini pihaknya pun sudah melakukan upaya menutup Top Soil terhadap sanitary landfill, di TPA Bontang Lestari. Dan pekan ini 8 zona aktif akan segera tertutup seluruhnya.

Disamping berbagai upaya tersebut, Agus Amir juga meminta kerja sama seluruh pihak. Sebab, penghargaan Adipura merupakan kerja kolektif, dan bukan hanya ditangani satu instansi ataupun hanya pemerintah semata. Namun seluruh lapisan masyarakat yang diharap mampu saling bersinergi dengan baik. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0