15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

KPU Kaltim Temukan Dokumen Palsu Bakal Caleg


KPU Kaltim Temukan Dokumen Palsu Bakal Caleg
Komisioner KPU Kaltim Divisi Sosialisasi dan Teknis, Rudiansyah.

KLIKBONTANG.COM - Komisi Pemilihan umum (KPU) Kalimantan Timur (Kaltim) menemukan berkas bakal calon legislatif (Bacaleg) yang tidak sah dalam proses verifikasi awal tahap daftar calon sementara (DCS).

Kepada KlikSamarinda, Komisioner KPU Kaltim Divisi Sosialisasi dan Teknis, Rudiansyah mengatakan, setelah KPU mencermati kelengkapan berkas persyaratan administrasi awal, pihaknya menemukan salah satu dokumen dipalsukan oleh beberapa pencalon.

Kendati begitu, pihaknya tidak menemukan tiga pelanggaran menurut PKPU RI yakni, mantan terpidana pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak, mantan koruptor dan mantan bandar narkoba tidak ditemukan hal tersebut.

"Kami menemukan ijazah yang dilegalisir palsu alias hanya discan saja. Jelas kami tidak menerima berkas pencalonan ini," ujar Rudi, Kamis, 19 Juli 2018, tanpa menyebutkan nama bacaleg dan asal partai.

Selain itu, ungkap Rudi, ada pula bacaleg yang menyetor ijazah Perguruan Tinggi dengan tanda tangan palsu Dekan yang bersangkutan.

Ada pula persyaratan data diri bakal calon yang tidak sinkron dengan kenyataan yang ada. Salah satunya adalah pekerjaan.

Sesuai di data diri, bakal calon pekerjaan yang bersangkutan kata Rudi adalah wirausaha. Namun Bacaleg yang dimaksudnya adalah seorang pegawai honorer di salah satu lembaga pemerintahan.

Dengan temuan ini, menurut pria asal Sangkulirang, Kutim itu, memberikan kesempatan perbaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Sesuai aturan yang berlaku, yang bersangkutan berhenti sebagai pegawai honorer dengan membuktikan surat dari atasannya," terangnya menjelaskan.

Diterangkan Rudi, setelah SKCK diteliti pihaknya, pun ada mantan penyalahguna narkoba yang ikut mendaftar pencalonan. Dengan begitu, sesuai PKPU yang bersangkutan menambah dokumen kelengkapan untuk kasus penyalahgunaan narkoba.

Apabila terjadi pencoretan terhadap Bacaleg, parpol bisa mengganti calon lainnya. Namun, untuk pemalsuan dokumen, KPU Kaltim tegas menolak calon penggantinya untuk masuk menjadi Bacaleg.

"Kecuali perempuan, masih bisa dilakukan perbaikan. Ini lantaran adanya aturan 30 persen partisipasi perempuan," ulasnya. (*)

Reporter : Yoyok S     Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0