22 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mau Beasiswa Program Indonesia Pintar, Ini Caranya


Mau Beasiswa Program Indonesia Pintar, Ini Caranya
Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar.

KLIKBONTANG.COM - Program Indonesia Pintar (PIP) sudah berjalan di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Siswa bakal mendapatkan bantuan pendidikan tiap semester. Caranya dengan memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang pun mengajak kepada siswa atau orang tua murid berekonomi rendah bisa segera mengurus Kartu Indonesia Pintar (KIP) ke sekolah masing-masing. Agar PIP besutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa tepat sasaran.

"Kami mengimbau pihak sekolah menyampaikan agar siswa yang tergolong miskin atau tidak mampu segera mengurus KIP," kata Mahrita, Operator PIP Disdikbud SMP Bontang saat ditemui Klikbontang belum lama ini.

PIP sendiri merupakan bantuan dana pendidikan dari pemerintah pusat khusus untuk keluarga miskin. Proses seleksinya menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dapodik ini bisa membantu pihak sekolah mengetahui anak atau siswa tersebut tergolong miskin dengan pantauan di lapangan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memverifikasi Dapodik kemudian menerbitkan Surat Keputusan (SK). Selanjutnya disampaikan ke kabupaten atau kota melalui Disdikbud terkait guna menyampaikan ke sekolah. Setelah itu, pihak sekolah dapat menyampaikan ke siswa penerima KIP untuk melengkapi data pelengkapnya.

Di Kota Bontang, penyaluran dana pendidikan ini sudah berjalan sejak 2017 lalu. Siswa akan mendapatkan bantuan pendidikan tiap semester. Penyaluran bantuan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan menunjukan KIP dan bukti pendukung seperti Kartu Keluarga atau Kartu Pelajar.

Operator PIP Disdikbud SD Bontang Aris Abdullah menambahkan, melalui program ini siswa tingkat Sekolah Dasar misalnya akan mendapat Rp 450 Ribu per tahun. Rinciannya, kelas 2-5 menerima tiap semester genap sementara kelas 1 dan 6 menerima Rp 225 Ribu pada semester genap dan ganjil.

"Jika peserta didik memiliki kartu Program Keluarga Harapan (PKH) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), silakan diberitahukan sekolah agar ikut serta Program Indonesia Pintar," imbaunya.

Dia menegaskan, proses pendataan dilakukan oleh tiap sekolah. Validasi data pun demikian, Disdikbud Kota Bontang hanya menjembatani hasil validasi seluruh sekolah di Bontang untuk pelaporan ke pusat.

Pemerintah memberi kesempatan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu mendapatkan bantuan dana pendidikan. Jika siswa tidak memiliki ketiga kartu tersebut, kata Aris, bisa langsung menanyakan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat apakah anak tersebut masuk daftar Basis Data Terpadu (pendataan khusus siswa miskin, Red). (Inforial)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0