16 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

82 Tewas Akibat Gempa di Lombok, Ribuan Orang Mengungsi


82 Tewas Akibat Gempa di Lombok, Ribuan Orang Mengungsi
Gempa di Lombok pada Minggu (5/8) menyebabkan 82 orang tewas. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

KLIKBONTANG.COM - Jumlah korban tewas akibat gempa 7 skala richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi total 82 orang menurut catatan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 02.30 WITA.

Gempa yang terjadi pada Minggu (5/8) sekitar pukul 18.00 WITA itu juga menyebabkan ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan.

"Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya.

Daerah terparah yang terguncang gempa adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

"Korban luka-luka banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Selain itu gempa susulan terus berlangsung," ujar Sutopo.

Hingga Minggu malam pukul 22.00 WIB Sutopo mengatakan terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.

BMKG sendiri telah menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya, kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Sutopo berkata bahwa Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menjadi kendala tersendiri di lapangan.

"Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan," ujarnya.

Sementara itu Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajarannya telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan.

"Sebanyak dua helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan. BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak," kata Sutopo.

Warga yang panik menaiki sepeda motor ketika terjadi gempa berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Kecamatan Ampenan, Mataram, NTB, Minggu (5/8). (REUTERS/Johannes P. Christo)

BMKG: 100 Gempa Susulan Goyang NTB

BADAN Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) mencatat ada 100 gempa susulan pasca gempa berkekuatan 7 skala richter yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Hingga pukul 02.00 WITA sudah ada sekitar 100 gempa susulan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/8) dini hari.

Data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 82 orang tewas dan ribuan lain mengungsi akibat gempa Lombok.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima mengatakan jumlah korban tewas itu masih bisa bertambah.

Sutopo menuturkan pihak terkait seperti BNPB, BPBD NTB, TNI, dan Polri masih terus melakukan proses evakuasi dan penyelamatan terhadap korban gempa Lombok.

"Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan," ujarnya.

Adapun ribuan orang yang mengungsi disebut Sutopo sangat membutuhkan petugas medis termasuk obat-obatan, makanan, selimut, tenda, air bersih, tikar, dan kebutuhan dasar lainnya.

Rumah sakit di sekitar Lombok pun dipenuhi warga yang terluka akibat gempa. Mayoritas yang datang mengalami luka benturan terkena reruntuhan akibat gempa.

Berdasarkan pantauan Antara di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, petugas piket di Unit Gawat Darurat (UGD) kewalahan menangani korban luka akibat gempa yang terus berdatangan sejak Minggu malam (5/8) hingga Senin dini hari.

Jumlah korban yang terus berdatangan membuat ruang UGD RSUP NTB tak mampu menampung para pasien. Pihak rumah sakit terpaksa membawa pasien ke area parkir sambil diberikan perawatan.

Mereka yang dirawat terdiri atas anak-anak, orang dewasa, lanjut usia. Sebagian besar kaum perempuan.

"Saya luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bangunan. Perut saya sakit menggendong anak saya ketika mencoba menahan tembok yang mau runtuh," kata Fitri salah seorang warga desa Puyung Waker Sumpak, kabupaten Lombok Tengah.

Anak perempuan Fitri yang masih bayi bawah lima tahun (balita) menderita benjol di kepala. Tidak hanya itu, rasa trauma juga masih dirasakan.

"Saya tidak sempat mengambil telepon genggam yang tertinggal di rumah kos. Saya tidak bisa menghubungi siapa pun di kampung halaman," tutur wanita yang bekerja di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat ini. (*)

Reporter : Omar NR | CNN    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0