17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Poros Samarinda-Balikpapan Makan Korban, Sopir Pikap Tewas


Poros Samarinda-Balikpapan Makan Korban, Sopir Pikap Tewas
Kecelakaan dua mobil pikap dan Avanza, di kilometer 8 poros jalan Samarinda menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (6/8). (IST)

KLIKBONTANG.COM - Kecelakaan dua mobil pikap dan Avanza, di kilometer 8 poros jalan Samarinda menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, terjadi siang tadi. Sopir pikap, Muhlisin, tewas dalam perawatan di RSIA Moeis di Samarinda. Sementara, 8 penumpang lain luka-luka.

Petugas Satlantas Polres Kutai Kartanegara, melakukan olah tempat kejadian perkara pascakejadian, hingga sore menjelang petang tadi.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 11.30 WITA. Mobil pikap yang dikemudikan Muhlisin, melaju dengan kecepatan sedang dari arah Samarinda menuju ke Balikpapan, melalui kondisi jalan aspal yang bergelombang.

Namun saat melintas di tikungan kawasan kilometer 8 kawasan Tani Bakti Loa Janan, dari arah berlawanan datang mobil Avanza yang juga melaju dengan kecepatan tinggi. Kedua mobil pun hilang kendali.

"Mobil pikap menikung ke kiri. Jadi muncul mobil Avanza di depan terlalu mengambil ke kanan, keluar marka. Karena jarak sudah begitu dekat, tabrakan tidak terhindarkan," kata Kasat Lantas Polres Kutai Kartanegara AKP Ramadhanil, dikonfirmasi, Senin (6/8) malam.

Pascakejadian, kedua mobil ringsek. Awalnya, 16 orang dilarikan ke rumah sakit, dengan bantuan warga sekitar lokasi kejadian. Sementara sang sopir pikap Muhlisin, sempat terjepit di belakang setir, hingga akhirnya dia juga dilarikan ke RSUD IA Moeis lantaran menderita luka parah.

"Sopir pikap (Muhlisin) meninggal, dan 8 orang penumpang kedua mobil dirawat karena menderita luka-luka. Sisanya, diperbolehkan pulang," sebut Ramadhanil.

Sedikitnya 2 saksi warga sekitar, dimintai keterangan Satlantas Polres Kutai Kartanegara. Kerugian materi diperkirakan Rp 50 juta. "Masing-masing korban (luka) masih dalam penanganan rumah sakit ya, karena diperlukan observasi," ujar Ramadhanil. (*)

Reporter : Inara Dafina    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0