22 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Neni Usulkan Kenaikan Dana Pensiun


Neni Usulkan Kenaikan Dana Pensiun
Walikota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan sambutan dan berdiskusi bersama audiens serta utusan PT Taspen Samarinda di Auditorium 3D eks Kantor Walikota, Jalan Awang Long, Jumat 30 Agustus 2018.(FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM - Pemilik kartu Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) di Kota Bontang mendapat kemudahan dalam kepemilikan kartu terbaru. Bentuk kartu lama yang berukuran selembar kertas meramping menjadi kartu laiknya kartu identitas yang dapat disimpan di saku atau dompet.

Hal itu dikemukakan saat Sosialisasi Optimalisasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) berbasis online dengan penerapan gaji Standing Intruction (SI) dirangkai penyerahan kartu Taspen di Auditorum 3D eks Kantor Walikota Bontang, 30 Agustus 2018 kemarin.

Pada kesempatan itu, Walikota Bontang Neni Moerniaeni berdikusi tentang program Taspen bersama audiens dan utusan PT Taspen Samarinda. Ia menanyakan perhitungan yang digunakan dalam menentukan jumlah dana pensiun masih terbilang belum berpihak banyak kepada ASN.

Neni pun membahas jika pegawai swasta mampu mendapat dana di akhir masa pensiun mencapai Rp 1 Miliar, kemudahan yang diberikan PT Taspen kepada ASN sehingga mendapat jumlah dana pensiun yang meningkat dari sebelumnya.

"Saya berpikir kok dana pensiun swasta bisa besar, kenapa pegawai negeri tidak bisa besar. Nah, ini adalah upaya kita misalnya meminta dukungan wakil-wakil rakyat yang ada di DPR RI bagaimana mengkaji dan memberikan tambahan buat dana pensiun PNS," paparnya.

Dijelaskan Neni, untuk program Taspen memang diambil 10 persen dari gaji. Sebanyak 2 persen akan dialokasikan ke asuransi kesehatan. Di akhir pensiun, ASN akan mendapat sekitar lebih dari 10 kali dari gaji.

"Ini kan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kita bisa mengusulkan kalau bisa sekian jumlah yang sebaiknya diterima untuk PNS," tambah Neni.

Usulan ini tak serta merta dilontarkan Walikota Neni. Bersama audiens, ia mengkalkulasikan jumlah dana yang diterima oleh pensiunan PNS memang masih terbilang kecil dibandingkan yang diterima pensiunan perusahaan. Jika tidak salah prediksi hanya berkisar Rp 70 hingga 90 Juta untuk beberapa golongan PNS.

Neni menganggap PT Taspen sebagai perusahaan profit oriented juga tak sepenuhnya dapat disudutkan. Dikarenakan bisnis asuransi milik negara ini juga punya dasar pedoman pelaksanaan sesuai Peraturan Pemerintah yang berlaku.

"Percayalah tabungan pensiun nasional ini selalu memberikan yang terbaik buat kita semua. Tetapi, apabila ada celahnya mengapa tidak kita berhitung. Yang jelas semua pegawai negeri itu mendapat jaminan hari tua melalui program pensiun PT Taspen," sebut mantan ASN yang pernah mengabdi hingga golongan empat itu.

Neni berharap semoga PT Taspen bisa memberi ruang yang lebih baik lagi bagi program yang berjalan untuk Pegawai Negeri Sipil khususnya di Kota Bontang.

"Jumlahnya yang rasional saja. Kalau bisa karena tabungan itu berjangka lama semestinya lebih dari seratus juta. Jadi yang rasional saja sih," tambahnya usai pertemuan.

Sementara itu, Kasi Layanan dan Manfaat PT Taspen Samarinda, Katiman menjelaskan bahwa Kartu Taspen yang lama diganti Kartu Peserta Taspen Elektronik. 

"Yang lama itu sifatnya hanya piagam mas, tidak bisa melihat estimasi hak dana yang diterima berapa jumlah pensiun dan sebagainya. Di bentuk kartu terbaru yang sebesar ATM, terdapat barcode untuk memudahkan pemilik mengetahui informasi seputar dana pensiun yang dimiliki melalui aplikasi berbasis online," urainya.

Hal ini agar peserta dapat mengetahui benar apa tidak data-data yang dimiliki PT Taspen misalnya data anggota keluarga dan estimasi berapa nominal haknya yang bisa diterima.

Kemudahan yang diberikan lainnya ialah seputar informasi daftar Rumah Sakit rujukan yang bekerjasama dengan PT Taspen karena pemilik kartu juga mendapat misalnya layanan kesehatan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Ia menjelaskan PT Taspen tiap bulannya rutin menerima premi dari ASN jajaran Pemkot Bontang. Sehingga sudah semestinya ada peningkatan layanan.Menanggapi usulan kenaikan jumlah dana yang disampaikan Walikota Neni terbilang wajar. Namun, PT Taspen sepenuhnya juga menjalankan amanah dari Peraturan Pemerintah yang menjadi standar pelaksanaannya.

"Kalau itu memang regulasi dari Pemerintah. Jadi, PT Taspen hanya menjalankan amanah peraturan tersebut," tambahnya.

Ia menyebut di Kalimantan Timur ada sekitar 25 Ribu lebih daftar pensiunan ASN. Dana yang diperoleh dari premi ASN tiap bulannya mencapai Rp 60 Milyar. Dijelaskan, iuran Taspen ialah sebesar10 persen dari gaji pokok ASN ditambah dengan beberapa tunjangan lainnya. Tidak termasuk tunjangan struktural. Sebanyak 2 persen untuk BPJS Ketenaga Kerjaan dan Kesehatan. Dana yang masuk ke PT Taspen sebesar 3,25 persen untuk tabungan hari tua dan 4,75 persen untuk pensiun. 

"Hak Tabungan Asuransi Pensiun itu dibayarkan dari yang 3,25 persen. Kalau yang pensiun tidak dibayarkan sekaligus tetapi secara bertahap diberikan tiap bulan," jelasnya.

Ia pun mengaku bahwa dari iuran tersebut memang belum mampu menjangkau jumlah sewajarnya yang dapat diberikan PT Taspen kepada pensiunan ASN. Bahkan masih mendapat bantuan dari APBN. "Di dalam PP sudah ada rumus-rumus perhitungannya dan PT Taspen melakukan hal itu," tutupnya.(Inforial)

Reporter : Darwin Tri    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0