18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Buka MTQ dan Qasidah Bontang Utara, Ini Pidato Keagamaan dan Pesan Neni


Buka MTQ dan Qasidah Bontang Utara, Ini Pidato Keagamaan dan Pesan Neni
Walikota Neni Moerniaeni memukul gong tanda dimulainya ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-15 Tingkat Kecamatan Bontang Utara yang akan berlangsung mulai 30 Agustus hingga 4 September 2018. (Istimewa)

KLIKBONTANG.COM – Walikota Bontang Neni Moerniaeni membuka ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Lomba Qasidah Tingkat Kecamatan Bontang Utara di Taman Iman (sebelumnya bernama Lapangan MTQ), Kamis 30 Agustus 2018. Pentas seni keagamaan Islam yang sudah terlaksana tiap tahun ini merupakan gelaran ke-15 tingkat Kecamatan Bontang Utara. 

"Kalau kita bicara Musabaqah, ini festival. Tilawatil Quran, artinya Tilawah atau membaca Alquran. Sementara Qasidah, ialah hal yang berbeda sehingga temanya dipisah. Namun tujuan utamanya ialah mensyiarkan agama Islam," paparnya.

Berbicara tujuan dan makna MTQ, tentu adalah prestasi. Tetapi yang paling utama, kata Neni, bagaimana bisa mensyiarkan Islam. Selain itu membumikan Alquran dan menjadikannya sebagai pedoman hidup hakiki.

"Oleh karena itu marilah kita berkomitmen mensyiarkan Islam, membumikan Alquran. Ayo kita mulai dari diri kita masing-masing," ajaknya. 

Pada kesempatan itu, Neni mengaku prihatin dengan kondisi sosial di masyarakat, terutama di media sosial. Sebab banyak yang saling menghujat, mencaci, dan memaki. Padahal hal tersebut bertolak belakang dengan agama yang mengajarkan kasih sayang. 

“Padahal, kita adalah umat Islam. Umat yang penuh dengan pesan-pesan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua menginginkan kedamaian dan kasih sayang di kota yang kita cintai bersama ini," tambahnya.

Di sisi lain, dia merasa prihatin melihat perwakilan peserta dari salah satu Kelurahan yang hanya mengirim beberapa orang. Defilenya tidak lebih daripada 15 orang. Melihat hal ini, kata Neni, perlu penerapan metode pembelajaran umi di sekolah.

“Tantangannya ialah bagaimana kita mendalaminya melalui ekstra kurikuler sekolah. Ada baiknya kita fokuskan penggunaan metode tersebut,” katanya. 

Orang nomor satu di Pemkot Bontang ini mengatakan gelaran MTQ sudah membudaya di Kota Bontang dan semua kota di Indonesia. Makanya pelaksanaan even ini merupakan wujud sebuah komitmen untuk dilaksanakan tiap tahunnya, walaupun daerah dilanda defisit anggaran. Neni menganggap hal tersebut merupakan bagian dari tantangan dan komitmen dalam mensyiarkan agama Islam.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini sejatinya juga didukung melakui Perwali bahwa sebanyak 5 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) dialokasikan untuk hibah. Dengan PAD Bontang berkisar Rp 170 Miliar, maka sekitar Rp 80 Miliar itu bisa digunakan untuk hibah. Dia berharap seluruh stakeholder mendukung kesuksesan event ini. 

"Kita tidak menggunakan itu, tetapi kita bisa menganggarkan ke OPD, Kecamatan bahkan tingkat Kota untuk pelaksanaan kegiatan karena merupakan komitmen kita semua," jelasnya. (inforial)

Reporter : Darwin Tri    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0