18 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pedagang Mengeluh, Pasar Sementara Sering Banjir dan Becek


Pedagang Mengeluh, Pasar Sementara Sering Banjir dan Becek
Tempias air hujan membasahi barang milik para pedagang di pasar sementara Rawa Indah Bontang. (Ikwal Setiawan/klikbontang)

KLIKBONTANG.COM - Progres proyek pembangunan Pasar Rawa Indah terus menuai keluhan. Pedagang di Pasar Rawa Indah mengeluhkan kondisi pasar Rawa Indah sementara kerap banjir dan becek saat hujan tiba. Mereka meminta agar pemerintah segera merampungkan proyek bangunan pasar semi modern tersebut.

Norma, misalnya, salah satu pedagang kelontongan di Pasar Rawa Indah sementara ini harus segera menutup barang dagangannya saat hujan tiba. Terpal plastik penghalau hujan tak mampu meredam air cucuran atap. “Iya lihat sendiri air nya basahi barang dagangan saya,” ujar pedagang yang telah berjualan selama 5 tahun ini.

Belum lagi saat air laut pasang. Lapaknya bersama ratusan lapak lain, terendam air. Tak terhitung kerugian yang telah dialaminya. Janji pembangunan pasar Rawa Indah rampung dalam dua tahun tak kunjung terealisasi. Dirinya bersama pedagang lainya mengaku lelah bersabar menunggu bangunan pasar segera dibangun.

“Capek saya menunggu, janjinya dua tahun saja. Tapi ini sudah 5 tahun tak kunjung selesai,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan pedagang ikan. Kondisi atap lapak berjualan mereka banyak yang bocor. Para pedagang ikan dan ayam ini berencana iuran untuk memperbaiki kondisi atap yang rusak. Disinggung mengenai pembangunan pasar. Pedagang yang enggan disebut namanya ini mengaku tak ingin berharap banyak terhadap bangunan baru. Sebab, janji pembangunan bakal rampung tak kunjung terwujud.

“Ais lihat sendiri kan di sana bagaimana belum ada tanda-tanda. Ndak usah berharap dari situ (Proyek pasar Rawa Indah-red),” ujarnya kesal.

Di lapak lainya, Binanti (30) pedagang ayam pinggir jalan ini berharap agar pemerintah segera menyelesaikan pekerjaan konstruksi bangunan. Menurut dia, lokasinya saat ini berjualan kerap mendapat sorotan dari pedagang lainnya.

Untuk itu, ibu dua anak ini berharap pemerintah memberikan lapak baru bagi para pedagang di pinggiran jalan. Sehingga mereka dapat berjualan dengan tertib dan nyaman.

Senada dengan rekanya, Arifuddin, pedagang ikan ini meminta agar pembangunan pasar lekas selesai. Menurut dia, dirinya terpaksa berjualan di pinggir jalan akibat lapak yang lama digunakan oleh pemiliknya. Akibatnya, dia harus berjualan di luar bersama puluhan pedagang lainya.

“Kemarin saya sewa Rp 1 juta sebulan, tapi orangnya mau pake lapaknya. Jadi saya harus jualan di sini (pinggir jalan),” ujar pedagang lama di Rawa Indah ini. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0