25 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Proyeksi APBD 2019 Bontang Capai Rp 1,2 Triliun


Proyeksi APBD 2019 Bontang Capai Rp 1,2 Triliun
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menyerahkan nota keuangan APBD Perubahan kepada Ketua DPRD, Nursalam dalam rapat paripurna di Auditorium Gedung 3 Dimensi, Jumat (7/9) pagi. KLIKBONTANG/FANNY

KLIKBONTANG.COM - Pemkot Bontang memproyeksikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 mencapai Rp1,2 triliun. Nilai ini diungkapkan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat membacakan nota pengantar rencana APBD dalam sidang paripurna, di Gedung Auditorium Gedung 3 Dimensi, Jumat (7/9).

Penyusunan rencana APBD ini berdasar asumsi laju pertumbuhan ekonomi Kota Bontang dan laju inflasi. Untuk laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan tumbuh positif antara 1–3 persen. Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas diproyeksikan berkisar 3-4 persen. Adapun laju inflasi diperkirakan sebesar 4-5 persen.

“Namun, sejalan dengan kondisi terakhir perekonomian nasional terjadi perubahan asumsi yang cukup signifikan. Serta dapat memengaruhi target pendapatan yang telah ditetapkan,” kata Neni.

Berdasar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), target penerimaan pendapatan daerah mencapai Rp 1,1 triliun. Target pendapatan ini bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 164 miliar. Yakni bersumber dari hasil pajak daerah Rp 91 miliar, hasil retribusi daerah 4,1 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 5,83 miliar, serta lain-lain PAD yang sah senilai 63,73 miliar.

Total sektor dana perimbangan mencapai Rp 811,45 miliar. Bersumber dari dana bagi hasil (DBH) sejumlah Rp 486,35 miliar yang terurai menjadi tiga. Perinciannya, bagi hasil bukan pajak atau sumber daya alam (SDA) Rp 596,45 miliar dan dana alokasi umum (DAU) Rp 215 miliar. Sementara dana alokasi khusus (DAK) masih menunggu penetapan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sektor lain-lain pendapatan daerah yang sah berkisar nominal Rp 150 miliar. Terbagi untuk dana bagi pajak dari provinsi Rp 124 miliar, dana penyesuaian Rp 25 miliar, serta lain-lain yang sah Rp 1,5 miliar.

“Yang menyebabkan terjadinya penurunan perkiraan pendapatan daerah tahun anggaran 2019 ini adalah penerimaan dari dana perimbangan. Masih tingginya peran dana perimbangan dalam APBD sangat rentan terhadap fluktuasi penerimaan negara secara nasional,” ungkapnya.

Pemkot Bontang menargetkan belanja langsung sebesar Rp 813 miliar. Perinciannya, belanja pegawai sebesar Rp 39 miliar, belanja barang dan jasa Rp 451,8 miliar, dan belanja modal Rp 322 miliar. Sementara target belanja tidak langsung APBD diproyeksikan mencapai Rp 413 miliar.

Selanjutnya, rencana APBD ini akan dibahas bersama oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD. (*)

Reporter : Alpiana    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0