20 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Warga Gotong Royong Tak Nikmati Infrastruktur sejak 15 Tahun


Warga Gotong Royong Tak Nikmati Infrastruktur sejak 15 Tahun
Wakil Ketua Komisi I Bilher Hutahaean.

KLIKBONTANG.COM – Pemerataan pembangunan di Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kalimantan Timur disorot dewan. Anggota Fraksi Nasdem, Bilher Hutahean mengatakan pemerintah tebang pilih atas pembangunan di Kampung Gotong Royong, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat.

Kampung yang dihuni sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) ini sejak 15 tahun lalu belum menikmati manisnya pembangunan infrastruktur. Padahal sejurus dengan Kampung Gotong Royong, dua RT disekitarnya telah menikmati pembangunan sejak lama.

“Apalagi alasan pemerintah, kalau memang alasanya karena status lahan masih Alokasi Penggunaan Lain (APL) seharusnya dua RT, RT 25 dan 26 yang berstatus sama tak bisa juga membangun. Tapi faktanya kan pembangunan massif di sana,” ujar Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang Barat ini kepada wartawan belum lama ini.

Bilher mengatakan, pihaknya telah dua tahun belakangan mengusulkan pembangunan infrastruktur di Kampung Gotong Royong. Hanya saja pihak pemerintah menolak untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Mereka berdalih, status lahan di Kampung Gotong Royong masih menunggu Surat Penetapan enclave dari kementerian terkait. Penetapan enklave, lanjut Bilher, menjadi rujukan bagi pemerintah untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait pemanfaatan lahan tersebut.

“Kalau memang tak bisa membagun, lantas kenapa daerah yang status lahanya sama tapi mereka bisa saja membangun,” tandas Bilher.

Dirinya mengaku, perlakuan pemerintah terhadap warga Gotong Royong sangat diskriminatif. Pemerintah takut untuk mengambil kebijakan membangun di kampung itu, namun, leluasa membangun di daerah lainya yang berstatus sama.

Wakil Ketua Komisi I ini mensinyalir pemerintah tak transparan atas pemerataan pembangunan di kampung Gotong Royong. Wilayah yang berbatasan langsung dengan lahan milik Pupuk Kaltim ini tak kunjung mendapat keadilan pembangunan daerah.

“Pemkot harus transparan. Kalau memang ada masalah di lapangan tolong disampaikan biar dicarikan solusinya bersama-sama,” pungkasnya.

Sekedar informasi, kondisi kampung Gotong Royong memang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sejak 15 tahun lalu, kampung ini tak kunjung mendapat perbaikan infrastruktur jalan dan sejenisnya. Akibatnya, warga harus melalui jalan becek dan berlubang saat musim penghujan.

Akses masuk ke Kampung gotong royong melalui pintu masuk RSUD Taman Husada Bontang. Lokasinya berbatasan langsung dengan areal lahan milik perusahaan Pupuk Kaltim. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0