25 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Minimalisir 90 Ton Sampah di Bontang, Neni Bakal Keluarkan Perwali Sampah Plastik


Minimalisir 90 Ton Sampah di Bontang, Neni Bakal Keluarkan Perwali Sampah Plastik
Elemen masyarakat bahu membahu membersihkan sampah di Pelabuhan Tanjung Laut belum lama ini.

KLIKBONTANG.COM - Produksi sampah di Kota Bontang sebulan mencapai 2.700 ton. Masalah lingkungan ini tak dapat dibiarkan berlarut. Pemerintah segera mengatur penggunaan sampah plastik.

Peraturan Walikota (Perwali) penggunaan sampah plastik tengah digodok. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memastikan peredaran sampah plastik berkurang setelah aturan ini berlaku.

Ancaman sampah plastik di Bontang jadi masalah serius. Kurun dalam sebulan rata-rata produksi sampah warga Bontang mencapai 2.700 ton. Setiap harinya petugas kebersihan mengangkut 90 ton sampah untuk diolah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kapasitasnya produksinya terus bertambah setiap hari. Sampah masih didominasi limbah rumah tangga. Tingkat kesadaran warga untuk memilah sampah masih minim. Akibatnya, petugas harus kerja ekstra. Sampah plastik dan organik dipilih dari tumpukan limbah yang menggunung di TPA.

Kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut. Wali Kota Neni sadar betul volume sampah plastik harus diminimalisir. Indonesia menjadi negara di urutan ke-3 penyumbang sampah plastik tertinggi di dunia.

Penggunaan plastik memang harus dibatasi. Ancaman kerusakan lingkungan akibat sampah plastik bukan perkara singkat. Butuh ribuan tahun agar sampah benar-benar terurai. Untuk mengatasi itu, Neni menyiapkan produk hukum mengatur penggunaan sampah plastik.

"Saya sudah siapkan Peraturan Walikota (Perwali) untuk mengurangi penggunaan sampah plastik," ungkap Neni disela-sela kunjungannya ke lokasi revitalisasi Stadion Bessai Berinta belum lama ini.

Perwali yang disusun masih digodok. Dinas Lingkungan Hidup dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah tengah berkoordinasi menyusun aturan ini. Ditarget Perwali rampung pada Oktober mendatang.

Wali Kota Neni minta agar Perwali ini benar-benar mampu mengurangi masalah sampah di Bontang. Kantong plastik, styrofoam dan sedotan termasuk barang yang bakal diatur penggunaannya di dalam Perwali ini.

Peredaran kantong plastik bakal diatur. Waralaba dan pasar modern dituntut tak lagi menyediakan kantong plastik. Diganti dengan kantong ramah lingkungan. Aturan ini juga secara bertahap dilaksanakan di semua lingkungan masyarakat.

Gerakan bebas sampah plastik juga digalakan di lingkungan pemerintahan. Tepat pada HUT Kota Bontang nanti, seluruh pegawai dibagikan botol minuman. Botol minuman ini sebagai pengganti botol kemasan yang banyak digunakan.

Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyediakan isi ulang air minum. "Nanti kita bagikan e-bottle itu ke seluruh pegawai," ungkapnya.

Di samping itu, isu kebersihan di kawasan pesisir juga menjadi perhatian pemerintah. Ke depan, pengelolaan limbah sampah di kawasan pesisir, dan objek wisata bakal diatur. Saat ini, pemerintah telah merevitalisasi Pulau Beras Basah.

Lengkap dengan tempat sampah dan fasilitas pendukungnya. "Saya ingin Bontang ini bebas dari sampah plastik, karena bahaya bakal dirasakan untuk anak cucu kita nanti," pungkasnya. (*)

Reporter : Omar NR | Humas Pemkot    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0