21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Awang Faroek Ishak Resmi Mundur, Mendagri Lantik Pejabat Sementara


Awang Faroek Ishak Resmi Mundur, Mendagri Lantik Pejabat Sementara
Awang Faroek Ishak (kiri) bersalaman dengan Restuardy Daud, Pj Gubernur Kaltim, Sabtu, 22 September 2018 di Lamin Etam, Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda. (Foto: KLIK)

KLIKBONTANG.COM - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Restuardy Daud sebagai Penjabat Gubernur Kalimantan Timur di Pendopo Lamin Etam, Kantor Gubernur di Samarinda, Sabtu (22/9). Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) itu mengisi sementara posisi lowong Gubernur Kaltim yang ditinggalkan Awang Faroek Ishak, karena mengundurkan diri untuk maju dalam pencalonan anggota DPR RI pada Pemilu 2019.

Restuardy Daud akan menempati posisi Penjabat Gubernur sekitar tiga bulan hingga Gubernur Kaltim terpilih Isran Noor dan Wakilnya Hadi Mulyadi dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Desember 2018. Acara pelantikan itu dihadiri Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Soedarmo, Sekretaris BNPP Sigit Widodo, Ketua DPRD Kaltim M Syahrun, Kapolda Irjen Pol Priyo Widyanto, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, dan sejumlah bupati/wali kota, serta kepala OPD.

"Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Awang Faroek Ishak yang telah mengabdi dan memimpin Provinsi Kalimantan Timur selama 10 tahun dengan sangat baik," kata Tjahjo, dalam sambutan pelantikan.

Mendagri juga mengatakan, penjabat gubernur harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara ikhlas serta penuh kejujuran dan mengabdikan sepenuhnya kepada masyarakat dan negara. "Kunci sukses yang telah dilakukan dan diraih Bapak Awang Faroek perlu terus dilanjutkan, terutama terjaganya kondusivitas dan stabilitas daerah, serta penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.

Tjahjo juga meminta penjabat gubernur untuk mengawal agenda politik Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2019 dengan melakukan koordinasi bersama seluruh elemen di daerah.

"Pilkada serentak pertama yang diikuti 263 daerah berlangsung aman, begitu juga pilkada serentak kedua di 101 daerah dan ketiga di 171 daerah juga berjalan aman. Kuncinya adalah mengintensifkan fungsi koordinasi dengan berbagai elemen," ujarnya.

Dalam kesempatannya, Tjahyo Kumolo berharap Pj Gubernur Kaltim dapat melaksanakan tugas secara ikhlas dan penuh kejujuran serta tanggung-jawab untuk mengabdikan diri bagi masyarakat dan negara.

"Terpenting lagi adalah bagaimana kunci sukses yang telah dilakukan dan diraih Awang Faroek Ishak harus terus dilanjutkan terutama terjaganya kondusivitas dan stabilitas daeah serta terselenggaranya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat," tutur Tjahyo. 

Awang Faroek Ishak dalam sambutannya menjelaskan pembangunan Kaltim selama 10 tahun terakhir, selama dua periode Awang Faroek Ishak menjabat sebagai gubernur. Menurut Awang, ada beberapa pembangunan yang masih tertinggal.

"Seperti pembangunan jalan perbatasan Kalbar ke Kaltim. Saya harap program pembangunan dilanjutkan. Saya yakin dan bersyukur Bapak Restuardy memahami kondisi infrastruktur di Kaltim," kata Awang.

Dijadwalkan pada kesempatan ini, pelantikan Ketua PKK dan Dekranasda Kaltim yang sebelumnya dijabat Hj Encik Amelia Suharni Faroek kepada istri Pj Gubernur Kaltim, Dr Suci Romadhona. Namun, pelantikan musti tertunda karena ketidakhadiran istri Mendagri Tjahjo Kumolo, yang tidak dapat turut serta dalam acara pelantikan ini. (*)

Reporter : NR Syaian | KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0