15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Siapkan Tenaga Andal, Badak LNG Kembali Gelar Sertifikasi Welder


Siapkan Tenaga Andal, Badak LNG Kembali Gelar Sertifikasi Welder
Peserta Kualifikasi Juru Las Migas berfoto bersama manajemen Badak LNG, tim penilai, dan jajaran Pemkot Bontang sebelum memulai sertifikasi di Bengkel Induk Zona 2 Badak LNG, Senin, 24 September 2018.(KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG.COM – Badak LNG Bontang menggelar program sertifikasi  untuk juru las atau welder, Senin 24 September 2018. Lewat program yang diikuti 40 perserta tersebut, perusahaan membuktikan konsistensi untuk terus ikut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Taman.

Kegiatan yang digelar di Bengkel Induk Zona 2 Badak LNG ini akan berlangsung selama tiga hari. Dalam pelaksanannya, perusahaan melibatkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) sebagai tim penilai dan pemberi otoritas kelaikan secara skill. Perusahaan pengolah gas alam cair ini, memfasilitasi juru las dari Ikatan Welder Bontang (IWB) dan Mitra Kerja Perusahaan mendapatkan sertifikat las berstandar internasional.

Direktor & COO Badak LNG, Gitut Yuliaskar menerangkan profesi welder sangat memiliki peran penting pada perusahaan. Sebuah bangunan atau kontruksi tidak akan terbentuk tanpa keterlibatan Juru Las. Bahkan, Badak LNG tidak akan mendapat pasokan bahan baku gas alam jika tidak ada bangunan platform di tengah laut yang terbangun melalui kinerja para juru las.

"Profesi Welder ini sangat penting bagi kita, apalagi dalam perkembangan suatu daerah atau negara. Hampir semua pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana memerlukan tenaga dari Welder," ucap Gitut saat pembukaan Sertifikasi Juru Las.

Dijelaskan Gitut, Sertifikasi ini bukan kali pertama digelar. Sejak 2009 lalu, agenda serupa sudah digelar selama empat kali dengan tujuan memberikan sertifikat yang harus diperbaharui kurun 3 tahun. Juru Las tidak dapat mengurus secara mandiri sertifikat yang digunakannya untuk bekerja. Sehingga, perusahaan berperan penting memberi fasilitas misalnya dengan mendatangkan instruktur atau tenaga ahli yang memiliki lisensi untuk melakukan pengujian, dalam hal ini Ditjen Migas.

Gitut menuturkan perkembangan industri migas saat ini sedang mengalami fase masif karena disokong baiknya harga minyak dan gas dunia. Disamping itu, perkembangan industri dunia yang erat kaitannya dengan sistem robotik pun tak dapat mengabaikan peran Welder sebagai Sumber Daya Manusia (SDM). Minimnya tenaga kerja ahli di bidang las ini menjadi peluang atau prospek menarik untuk dimaksimalkan melalui potensi SDM Kota Bontang.

"Kontruksi galangan kapal sedang banyak-banyaknya di beberapa daerah di Indonesia. Mereka semua butuh welder handal. Belum lagi kesempatan kerja penyambungan pipa. Kita harus coba dan buktikan hasil kerja manusia lebih baik dan halus ketimbang robot," tuturnya.

Di tempat sama, Inspektur Ditjen Migas, Rinna Santi Sijabat menyampaikan beberapa kriteria agar para peserta dapat lulus kualifikasi ahli las. Diantaranya, mereka harus memperhatikan metode pengelasan.

"Benda hasil las nanti akan diuji melalui radiografi dan uji visual, akan dilakukan uji tidak rusak. Apakah benda uji yang digunakan cacat atau tidak. Inilah yang menentukan hasil kualifikasi," katanya. 

Masa berlaku sertifikat ini ialah selama tiga tahun di perusahaan tempat bekerja. Setiap welder harus rutin melakukan aktivitas pekerjaan selama kurun waktu tersebut. Jika dalam waktu tiga bulan seorang welder tidak melakukan aktivitas pengelasan, juru las tersebut harus disertifikasi ulang. 

Disamping itu, Ia mengimbau setiap juru Las memperhatikan berbagai faktor terkait keselamatan kerja. Seorang Welder harus bekerja dengan aman. Keselamatan kerja merupakan prioritas dalam lingkungan pekerjaan yang memiliki potensi berbahaya seperti bunga api dan listrik. Perlengkapan kerja yang memadai sangat diperlukan menunjang aktivitas pengelasan.

"Semoga semua lulus. Walaupun sudah berpengalaman puluhan tahun pun, terkadang para Welder karena gugup untuk disertifikasi akhirnya gagal. Kita kan hanya melihat dari apa yang dilakukan beberapa hari ini tetapi tidak melihat yang sudah dilakukan sebelumnya. Semoga semua peserta dapat lebih serius dan mendapat hasil yang baik dan tidak ada yang perlu diulang," harapnya.

Hadir dan turut membuka kegiatan, Wakil Walikota Bontang Basri Rase menyampaikan apresiasi dari Pemkot kepada Badak LNG yang tak henti-hentinya berkontribusi nyata kepada pemerintah dan masyarakat. 

Dikatakan Basri, Badak LNG sudah sekian kalinya melaksanakan sertifikasi bagi Juru Las. Seiring perkembangan, anggota IWB terus didukung mendapat sertifikat sebagai nilai tambah untuk bekerja. 

Berbagai peluang kerja bagi seorang Juru Las harus didukung dengan SDM yang handal, berkualitas, dan pastinya bersertifikat. Setelah mendapat sertifikat, para Welder diharapkan memiliki nilai jual lebih sebagai pekerja yang dapat mengembangkan potensi diri ke berbagai peluang pekerjaan yang ada.

"Terima kasih karena Badak LNG terus mewadahi para Welder di Bontang. Badak LNG merupakan aset yang harus dijaga, dibela dan dibantu. Mengingat berbagai kontribusi yang diberikan perusahaan kepada daerah dan khususnya bagi masyarakat di sekitar," ungkapnya. (Inforial)

Reporter : Darwin Tri    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0