21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kasmiran Tolak Berikan Laporan Keuangan BME ke Mahasiswa


Kasmiran Tolak Berikan Laporan Keuangan BME ke Mahasiswa
Kasmiran Rais (kemeja biru) menerima mahasiswa yang menuntut dirinya mundur dari Direktur BME di depan Kantor BME, Jalan S Parman km 6, Senin (24/9). Foto: KLIKBONTANG/Alpiana

KLIKBONTANG.COM - Aksi unjuk rasa mahasiswa tergabung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bontang berlanjut ke Kantor PT Bontang Migas dan Energi (BME) di Jalan S Parman, kilometer 6 Bontang Barat, Kota Bontang, Senin (24/9) siang.

Puluhan mahasiswa ini ingin bertemu langsung Direktur PT BME, Kasmiran Rais untuk meminta laporan keuangan PT BME yang mereka anggap selama ini bermasalah. Perusahaan pelat merah ini dianggap merugi, tidak memberikan dividen yang masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang.

"Kami meminta transparansi sekarang. Karena kami sudah krisis kepercayaan kepada pemerintah. Maka itu kami datang untuk minta transparansi langsung kepada Pak Kasmiran," tegas Arisaldi Ahdar, koordinator lapangan aksi di hadapan Kasmiran Rais yang menerima mahasiswa.

Saldi-- biasa disapa mengklaim laporan keuangan PT BME itu perlu disampaikan ke publik karena perusahaan ini dulunya sebuah perusahaan sehat, kini sedang sakit-sakitan. Perusahaan yang dibentuk 7 tahun lalu itu merugi Rp 400 juta di 2017. Jika tak segera diobati, perusahaan pelat merah itu diperkirakan tak akan sembuh dan bisa sakit lebih parah di tahun ini.

Meski begitu, desakan mahasiswa tak digubris Kasmiran. Dirinya meminta para mahasiswa bersabar dan pihaknya bakal menyerahkan laporan keuangan PT BME kepada DPRD Bontang, terkhusus Komisi II DPRD Bontang. "Laporan keuangannya nanti disampaikan oleh dewan karena DPRD merupakan keterwakilan rakyat," kata Kasmiran.

Mendengar itu, para mahasiswa ini pun kecewa. Mereka enggan meninggalkan Kantor BME sampai dikabulkannya permintaan mereka, laporan keuangan BME bisa dipaparkan ke pada mereka.

Negoisasi pun alot. Sejam aksi di depan Kantor BME, para mahasiswa ini pun meminta komitmen PT BME soal transparansi laporan keuangan kepada mereka. Yakni, tetap memberikan laporan keuangan usai rapat dengar pendapat antara BME dan DPRD Bontang. "Oke, kami setuju usai pertemuan BME dan DPRD baru menyerahkan laporan keuangan kepada mereka. Tapi, kami minta dibuat surat pernyataan komitmen di atas kertas," timpal Saldi.

Mendengar hal itu, Kasmiran pun kembali menolak menandatangani kesepakatan tersebut untuk menyerahkan laporan keuangan PT BME periode 2016-2018. "Kalau itu saya enggak mau. Pokoknya tunggu pertemuan dengan DPRD saja," tegas Kasmiran.

Mendengar pernyataan itu, mahasiswa pun dibuat gaduh. Mereka pun mengancam bakal menyegel kantor BME jika mahasiswa tidak mendapatkan laporan keuangan selama Kasmiran menjabat sebagai Direktur BME. "Kami bakal segel kantor BME jika tidak ada laporan keuangan yang kami terima," seru Saldi yang diikuti mahasiswa lainnya. (*)

Reporter : Alpiana    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0