15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Wawali Basri Puji Kualitas Juru Las Bontang yang Mendunia


Wawali Basri Puji Kualitas Juru Las Bontang yang Mendunia
Juru las asal Bontang sedang mengikuti sertifikasi welder di Bengkel Induk (Zona 2) Badak LNG, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Senin (24/9). Foto: KLIKBONTANG/Darwin Tri

KLIKBONTANG.COM - Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase memuji para welder atau juru las yang tergabung pada Ikatan Welder Bontang (IWB). Hal itu disampaikannya pada pembukaan sertifikasi welder di Bengkel Induk (Zona 2) Badak LNG, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Senin (24/9).

"Terus terang saja dimana pun saya berada ketika dikatakan orang tersebut adalah welder yang berasal dari Badak LNG. Mereka cukup disegani. Saya sering tanya di daerah-daerah lain kalau welder Bontang itu pasti cepat diterima kerja karena mereka luar biasa," kata Basri.

Basri mengimbau kepada para tenaga ahli bidang kontruksi ini agar terus berinovasi. Sehingga mampu menangkap peluang kerja yang begitu terbuka bagi mereka yang berkualifikasi khusus. Ia juga berharap IWB pun mampu berkontribusi kepada pemerintah.

Juru las merupakan kebutuhan mendasar di setiap pembangunan pabrik, gedung hingga perumahan. Menjawab peluang tersebut, lanjut Basri, IWB harus membuat sebuah media informasi dalam rangka meraih berbagai kesempatan pekerjaan. Bisa saja, ada peluang kerja bidang tersebut di perusahaan-perusahaan namun karena tidak adanya informasi tentang welder Bontang di media, kesempatan ini pun terkikis.

Di kesempatan itu pula, Wawali Basri turut menyampaikan apresiasi kepada PT Badak NGL atas kontribusinya kepada Pemkot Bontang. Khususnya IWB yang mendapat fasilitas sertifikasi melalui kegiatan ini.

"Terima kasih kepada Pak Gitut (Director & COO Badak LNG, Red) beserta jajaran yang senantiasa memperhatikan rekan-rekan kami sebagai juru las. Semoga semua dapat mengikuti dengan baik hingga selesai dan mendapat nilai yang maksimal. Sehingga, dimana ada kesempatan kerja, IWB menjadi bagian dari pekerjaan tersebut," kata Basri.

Basri juga berharap agar Badak LNG mampu memberi pelatihan keahlian khusus bagi welder yang beraktifitas di bawah air. Dikarenakan keahlian tersebut sering dibutuhkan beberapa perusahaan.

"Saat ini ketika orang melamar di perusahaan khususnya industri migas, yang paling dilihat itu punya sertifikat migas atau tidak," timpalnya.

Orang nomor dua jajaran Pemkot Bontang ini pun kembali mengingatkan kepada masyarakat Bontang bahwa PT Badak NGL ini adalah salah satu aset yang harus dijaga dan dipertahankan. Karena, dengan keberadaan Badak LNG inilah Kota Bontang bisa berkembang hingga saat ini. Jika harga minyak dan gas menurun, secara otomatis APBD Bontang pun terkena imbasnya.

“Kita ada ketergantungan dengan keberadaan PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim. Saya tidak bisa membayangkan jika Badak LNG dan Pupuk Kaltim tidak ada. Mungkin Bontang masih kecamatan. Masih di bawah Kabupaten Kutai. Apa yang bisa kita harapkan, perkebunan, pertanian, dan perikanan tidak ada,” urainya.

Basri pun menepis anggapan miring dari masyarakat tentang Badak LNG. Setelah ditelusuri, ternyata sebagian besar hanya untuk keperluan pribadi dan bukan untuk kepentingan umum.

"Saya bukan membanggakan PT Badak NGL, tetapi kita berbicara realistis, kita berbicara yang sekarang ini. Betapa banyak kontribusi kepada pengusahan lokal, tenaga kerja lokal, maupun Pemkot Bontang yang dibantu PT Badak NGL, salah satunya juru las," tutupnya. (*)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0