15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

BME Rugi Akibat Rekrut Karyawan, Gaji Pekerja Rp2,8 Miliar Setahun


BME Rugi Akibat Rekrut Karyawan, Gaji Pekerja Rp2,8 Miliar Setahun
Kasmiran Rais saat bertemu dengan mahasiswa saat aksi unjuk rasa di depan Kantor BME, Senin (24/9) siang. Foto: KLIKBONTANG/Alpiana

KLIKBONTANG. COM – Kerugian PT Bontang Migas dan Energi (BME) pada 2017 lalu dibenarkan Direktur Utama BME, Kasmiran Rais. Dia beralasan, kerugian tersebut akibat rekrutmen tenaga kerja teknisi sebanyak 13 orang dari PT Bayu Bumi Gemilang (BBG), untuk pengelolaan jaringan gas (Jargas).

Selain itu, proses seleksi Direktur Utama pada Agustus lalu juga disebut-sebut menjadi biang biaya operasional perusahaan membengkak, tak sebanding dengan pendapatan yang diterima. “Proses rekrutmen kemarin diambil dari anggaran BME sebesar Rp 150 juta,” kata Kasmiran kepada wartawan usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPRD Bontang, Selasa (25/9) siang.

Di tahun pertama menjabat, Kasmiran mengaku perusahaannya merugi Rp 376 juta (Data dari Komisaris BME menyebut Rp 400 juta). Belanja perusahaan yang membengkak itu, lanjut dia, tak sepenuhnya negatif. Namun, sebagian diperuntukkan pembelian aset Jarigan Gas (Jargas) rumah tangga dari mitra sebelumnya, PT BBG.

Sayangnya, Kasmiran tak merinci belanja aset perusahaan itu. Dia hanya menyebut, ada beberapa peralatan yang dibeli seperti, Gas Detector (pendeteksi gas), Kompresor (alat pompa bertekanan), dan electrofusion (mesin penyambung pipa).  

“Perekrutan sejak November (13 orang karyawan BBG) tapi ada biaya investasi yang cukup mahal,” ujar salah satu karyawan BME saat rapat kerja.

Alasan belanja aset itu lantaran tuntutan regulasi. Aturan mengatakan, untuk pengelolaan Jargas tak lagi diperbolehkan dikelola oleh pihak ketiga, melainkan BUMD atau Pertamina Gas Niaga (PGN).

Atas dasar tersebut, pihaknya memutuskan pengeloaan Jargas tak lagi menggandeng pihak ketiga (PT BBG). Karyawan teknisi milik PT BBG direkrut menjadi karyawan BME. Total karyawan perusahaan pelat merah sekarang sebanyak 31 orang.

Dengan total jumlah karyawan sekarang. Upah yang dinikmatin seluruh pekerja selama setahun mencapai Rp 2,8 miliar. Mengacu dari data Komisaris, dengan upah karyawan sebesar itu, artinya 80 persen hasil keuntungan pengeloaan gas diperuntukkan bagi karyawan saja.

Kasmiran menyadari biaya karyawan cukup besar. Tetapi, menurut dia, keputusan pemangkasan belanja tersebut tidak bisa langsung dilakukan. Karena, dirinya khawatir pemotongan upah karyawan bakal berimbas menurunnya performa karyawannya sekarang. “Sudah ada yang dikurangi, biaya cuti mereka sudah dikurangi. Tapi saya sepakat perusahaan harus efisiensi. Asalkan tidak langsung (dalam waktu dekat),” ujar Kasmiran menjelaskan.

Tuntutan penghematan juga disuarakan Komisaris BME, Agus Wijaya kepada perusahaan. Perlu ada koreksi belanja untuk karyawan, karena pendapatan perusahaan harus menyesuaikan dengan beban operasional yang harus dikeluarkan.

Pun demikian, keputusan itu baru bisa diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS sendiri, dilakukan setiap tahun tutup buku (Desember).

“Sudah kurangi untuk keperluan SDM, tapi baru satu pos saja. Gaji direktur dari Rp 32 juta menjadi Rp 17 juta,” ujar Agus Wijaya dihadapan peserta rapat kerja dengan Komisi II DPRD Bontang, PT PLN Area Bontang-Kutai Timur, Asisten Adminstrasi Pembangunan Daerah, Zulkifli dan Kabag Ekonomi, Agus Wati. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan     Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0