16 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kecamatan Sindue Donggala Belum Tersentuh Bantuan, 3 Balita Tewas Kelaparan


Kecamatan Sindue Donggala Belum Tersentuh Bantuan, 3 Balita Tewas Kelaparan
Bakhtiar Wakkang (dua dari kiri) menerima bantuan dari warga untuk disalurkan ke Kabupaten Donggala, Kecamatan Sindue, Desa Toaya disaksikan Kadissos, Abdu Safa Muha, dan perwakilan keluarga korban palu, di posko Gerakan bantuan untuk Palu, jalan Ir Juanda, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (6/10/2018) malam.

KLIKBONTANG.COM - Empat mobil pick up penuh dengan kardus diikat erat diatasnya, terparkir di badan jalan Ir Juanda, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (6/10/2018) malam. Keempat mobil itu siap-siap berangkat menuju Pelabuhan Rakyat (Pelra) Tanjung Laut. Dua mobil serupa ditunggu tiba, baru jalan bersamaan.

Dus-dus tersebut merupakan bantuan untuk korban Donggala, Sulawesi Tengah. Bantuan dari warga yang sudah dikumpulkan sejak sepekan terakhir. Rencananya, bantuan langsung disalurkan ke Desa Toaya, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Tidak lagi melalui Pelabuhan Pantoloan untuk efisiensi waktu dan tepat sasaran.

“Belum ada bantuan yang sampai di 4 desa kami pak,” kata Riri (36) warga Kelurahan Tanjung Laut Indah yang memiliki keluarga di Kecamatan Sindue.

Kepada Klikbontang, Riri mengaduh kondisi warga di kampungnya. Tiga balita meninggal dunia akibat kelaparan. 4 Desa di Kecamatan Sindue, Toaya, Marumba, Marana, dan Vunta hingga hari kemarin, Sabtu (6/10/2018) belum tersentuh bantuan sedikit pun.

Ribuan warga kelaparan menunggu bantuan datang. Mereka, kata Riri, berusaha bertahan hidup memakan sisa-sisa yang ditemukan. Lokasi desa ini terpencil, tepat di pesisir Kabupaten Donggala. Tak ada bangunan yang tersisa. Hancur disapu tsunami. Warga berlindung di tempat-tempat tinggi, beberapa ada yang bertahana di sisa-sisa puing rumahnya yang masih tegak.

“Kemarin itu mereka foto lagi makan pisang. Pisang ditemukan di jalanan, mereka ada 10 orang duduk bersila makan pisang mentah,” ujar Riri kepada Klikbontang di lokasi pemberangkatan bantuan di kediaman Anggota Komisi II DPRD Bontang, Baktiar Wakkang, Tanjung Laut Indah.

Korban Menunggu Bantuan di Pantai Sejak Semalam

BANTUAN warga Bontang sudah dinanti masyarakat Sindue sejak Sabtu, (6/10/2018) malam. Kapolsek setempat bersama ribuan warga  sudah berada di lokasi labuh kapal yang memuat bantuan. Warga kelaparan, sangat membutuhkan makanan bayi, dan obat-obatan.

“Tadi saya telponan dengan Kapolsek sana (Kecamatan Sindue), beliau yang bakal kawal barang agar disalurkan tepat sasaran,” kata Bakhtiar Wakkang saat ditemui di kediamannya, Sabtu malam.

Inisiator gerakan bantuan untuk Palu – Donggala ini mengaku sejak kejadian terjadi, sehari setelahnya dia membentuk posko bantuan. Total sudah 3 kali angkutan bantuan disalurkan ke palu. Pemberangkatan ketiga dikhususkan bagi warga Sindue dan sekitarnya. Karena hingga sekarang belum dijamah bantuan sedikitpun.

Jenis bantuan yang diberikan didominiasi makanan dan perlengkapan bayi. Sebab, para ibu kesulitan untuk memperoleh asupan bagi bayi mereka. Kemudian, air minum dan obat-obatan banyak disalurkan.

“Ada tadi ibu-ibu datang kemarin, dia bawa satu kantong pakaian dalam dan kebutuhan wanita,” ujar Tiar-begitu akrab disapa.

Untuk bantuan tahap ke-3 ini seluruhnya diperoleh dari sumbangan masyarakat tanpa campur tangan pemerintah. Kepedulian warga Bontang kepada korban di Donggala sangat tinggi. Bahkan, target bantuan yang disalurkan melebihi rencana semula.

“Memang masayarakat kita ini sangat peduli dengan saudara-saudara kita di sana,” ungkapnya. (*)

 

 

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0