21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

DLH Bontang Teliti Pencemaran Limbah Pedagang Pinggir Jalan


DLH Bontang Teliti Pencemaran Limbah Pedagang Pinggir Jalan
Ilustrasi

KLIKBONTANG.COM - Kehadiran pedagang ikan dan ayam potong di pinggir jalan seputaran Pasar Rawa Indah berpotensi mencemari lingkungan. Drainase di sepanjang jalan tersebut dapat tercemar limbah.

Perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah, Akbar, mengatakan limbah pedagang ayam dan ikan di buang ke drainase. Hal ini dia ungkapkan di dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Bontang. 

“Ini apakah tidak berbahaya pak terhadap pencemaran air di lokasi ini,” ujar Akbar di hadapan peserta rapat, Senin (8/10/2018) kemarin.

Pimpinan rapat, Ubayya Bengawan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang juga ikut serta pada rapat ini segera menindaklanjuti aduan tersebut. Kasi Pengangkutan Sampah DLH, Syaharuddin mengiyakan permintaan tersebut. Pihaknya bakal melakukan penelitian terhadap limbah sisa-sisa pedagang di seputaran jalan KS Tubun.

“Kami akan turun ke lapangan pak untuk uji limbah di sana (jalan KS Tubun),” kata Syaharuddin menjawab Ubayya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis DLH, Agus Amir membenarkan sisa-sisa para pedagang ayam atau ikan yang dibuang langsung ke drainase bisa mencemari aliran air. Pun demikan, potensi pencemaran tersebut tidak berbahaya dalam waktu dekat.

Pencemaran yang dimaksud hanya mempengaruhi kualitas air di dalam parit, karena limbah sisa pedagang masuk dalam kategori limbah domestik (limbah rumah tangga).

“Imbas dari pencemaran ini bisa mempengaruhi kualitas aliran air. Tapi itu memang air yang pembuangan jadi memang pasti kotor,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk pencemaran sejatinya di kawasan pemukiman Bontang juga menimbulkan pencemaran. Karena limbah-limbah domestik langsung dibuang ke dalam drainase yang tersedia. Padahal, setiap limbah itu harus diolah dulu sebelum dibuang ke aliran air.

Namun, penanganan kasus pencemaran limbah di lingkungan masyarakat berbeda dengan kawasan pasar, instansi, dan perusahaan. Metode penanganan di lingkungan masyarakat dengan cara penyadaran. Warga harus diedukasi secara intensif agar tak membuang limbah mereka sembarangan.

Tetapi, untuk kasus pada pedagang pinggir jalan Rawa Indah seharusnya pedagang bisa lebih bijak. Tidak membuang sisa-sisa hasil jualan mereka ke parit.

“Limbah domestik itu harus diolah dulu kalau bagi pedagang,” ujar Agus Amir saat dikonfirmasi Klikbontang di kantornya, Selasa (9/10/2018) siang.

Lebih lanjut, DLH belum bisa memberikan keterangan lengkap terkait dampak pencemaran. Data itu, baru bisa diterima setelah tim peneliti pencemaran air turun untuk mengambil sampel.

Dalam waktu dekat, tim akan turun untuk meneliti kandungan dari aliran air yang diduga tercemar oleh sisa-sisa pembuangan pedagang. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0