14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mesin Listrik BME Nganggur, Perusahaan Kehilangan Rp 60-70 juta Sebulan


Mesin Listrik BME Nganggur, Perusahaan Kehilangan Rp 60-70 juta Sebulan
Warga sedang memeriksa meteran Jaringan Gas. (Dok Kllikbontang.com)

KLIKBONTANG.COM - Mesin pembangkit berkapasitas 2 Megawatt (Mw) milik PT Bontang Migas dan Energi (BME) Kota Bontang kini mengganggur. Kondisi ini membuat potensi pendapatan sekira Rp 60-70 juta per bulannya raib. 

Mesin 2 Mw ini dulunya disewakan kepada PLTMG Bontang. Namun kontrak kerja sudah diputus sejak Desember 2017 lalu. Pihak PLN menolak memperpanjang karena alasan harga penawaran BME terlalu tinggi. 

"Itu keputusannya kemarin PLN Wilayah (Induk di Kaltim) pak. Kita sekarang sudah suprlus, kapasitas eksisting sudah 45 Mw sedangkan beban puncak hanya 27 Mw," ujar Manager Area Bontang, Alimuddin kepada Klikbontang saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Kamis (11/10/2018) petang. 

Media ini mencoba menghubungi Direktur BME, Kasmiran Rais. Namun beberapa kali dikontak tidak menjawab. Catatan Klikbontang, kontrak kerja sewa mesin PT BME dengan PLN untuk tiap Kilowatt hour (kwh) dihargai Rp 300 rupiah. Artinya dalam satu jam PLN harus membayar Rp 600 ribu.

Apabila dalam 24 jam non-stop BME mampu menyuplai energi ke PLN. Maka, sehari pendapatan diterima BME sekitar Rp 14 juta.   Tetapi, dari hasil wawancara Klikbontang dengan Kasmiran akhir bulan lalu, dia menyebut keuntungan yang diterima perusahaannya dari penyewaan mesin ke PLN setiap bulannya berkisar Rp 60- 70 juta. Dengan pendapatan tersebut, artinya dalam sehari energi listrik yang digunakan PLN dari mesin itu hanya 3,5 jam saja. 

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang, Arif mengatakan saat ini PT BME tengah mencari pembeli listrik. Menurut politisi Hanura ini, kemampuan sang direktur sedang diuji. Direktur Kasmiran ditantang untuk mampu mencari pembeli dari penyewaan mesin listrik yang menganggur. Menurut dia, publik dapat menilai kinerja direktur dari kasus ini. 

"Ini tantantangan bagi direktur untuk bisa mencari pembeli. Agar perusahaan tidak merugi lagi," tandas Arif. (*) 

 

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0