15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sarjana di Bontang Lebih Banyak Menganggur Ketimbang Lulusan SMP


Sarjana di Bontang Lebih Banyak Menganggur Ketimbang Lulusan SMP
Ilustrasi foto para pencari kerja antre untuk mengambil formulir bursa kerja (job fair) di Kemayoran, Jakarta

KLIKBONTANG.COM – Papan pengumuman lowongan kerja di selasar Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan PTSP (DPMTK-PTSP) ramai dipadati pencari kerja pagi itu. Jelang tengah hari, satu-satu dari mereka meninggalkan lokasi setelah melihat daftar nama yang lolos seleksi perekrutan PT Kaltim Nusa Etika sebagai helper untuk kegiatan Turn Around (TA).

Proyek temporer ini memang selalu menarik para tenaga kerja untuk melamar. Pekerjaan sebagai buruh kasar, dengan bayaran tinggi membuat kegiatan ini selalu dinanti para buruh. Pejabat Pengantar Kerja, DPMTK-PTSP, Siti Muharoh, mengatakan pelamar kerja untuk TA dan Shutdown di Bontang cukup tinggi.

"Seperti kemarin yang dicari 500 (helper TA) tapi pendaftarnya sampai ribuan orang,” kata Siti kepada Klikbontang saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat pekan lalu.

Siti mengatakan, tingginya minat pencari kerja tak dibarengi dengan lowongan yang tersedia. Misalnya, dua tahun belakang ini, di 2016 angka pencari kerja terdaftar sebanyal 8.088 orang berbanding terbalik dengan lowongan tersedia hanya 1.904.

Di tahun lalu juga tak berbeda jauh. Pencari kerja yang terdata sebanyak 7.603 sedangkan lowongan yang ada Cuma 1.507 saja. “Trennya memang seperti ini Mas. Biasanya jumlah pencari kerja itu meningkat ketika ada kegiatan industri besar. Seperti pembangunan Kaltim 5 kemarin. Pencari kerja sampai 11 ribu orang, sedangkan lowongan hanya 2 ribu lebih,” ujar dia.

Memasuki tahun ini, pencari kerja melonjak drastis. Data semester pertama 2018 menunjukkan, pada Januari kemarin jumlah pencari kerja tertinggi, sebanyak 1.676 orang. Mereka memperebutkan lowongan yang hanya 55 saja.

“Ini bukan pengangguran yah Mas. Tapi pencari kerja. Dasarnya dari orang yang membuat kartu kuning. Karena ada perusahaan yang meminta kartu ini jika ingin memperpanjang kontrak kerja mereka,” pungkasnya.

Seperti disebutkan BPS dalam Kota Bontang Dalam Angka Bontang Municipality Figures (2018) menyatakan jumlah pengganguran di Kota Industri ini 12,44 persen atau 9.962 orang.

Jika ditelisik dari tingkat pendidikan, penggangguran paling banyak dipuncaki mereka yang belum tamat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 2.429 orang. Namun, posisi kedua tempati oleh lulusan universitas sebanyak 2.380 sarjana. Lalu para pengangguran dari golongan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 2.025 orang.

Sementara, itu pengganguran terendah dari tingkat pendidikan dari golongan Diploma sejumlah 82 saja. Lalu disusul lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 326 orang, lalu alumnus Sekolah Menengah Atas 924 orang. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0