21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Janji Menangkan Kasus, Ketua DPRD Samarinda Ditahan Polri


Janji Menangkan Kasus, Ketua DPRD Samarinda Ditahan Polri
Ketua DPRD Kota Samarinda, Alphad Syarif

KLIKBONTANG.COM - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri menahan Ketua DPRD Samrinda, Kalimantan Timur, Alphad Syarif. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan kasus ini berawal ketika Alphad dilaporkan seseorang bernama Haji Adam Malik pada 3 November 2016 atas dugaan penipuan dan penggelapan. Laporan itu terregistrasi di Bareskrim Polri dengan Nomor LP B 1105/XI/2016/BARESKRIM.

"Perkaranya penipuan dan penggelapan. Ada transaksi dengan seseorang, kemudian dilaporkan. Tapi yang bersangkutan tidak pernah hadir (ke kantor polisi) memberikan keterangan," jelas Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Bareskrim sudah 2 kali melayangkan panggilan kepada Alphad terkait laporan itu namun tak pernah hadir. Dicek di Samarinda juga tidak ditemukan.

Polisi lalu mendapat informasi Alphad berada di Singapura. Dia pun ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada 19 September 2018 pukul 21.00 WIB saat baru kembali dari Singapura.

"Ketika kembali dari Singapura, dilakukan surat perintah penangkapan untuk membawa, yang bersangkutan ditahan di Mabes Polri," terang Setyo.

Alphad Syarif kini mendekam di rutan Bareskrim Polri. Kasus yang menjeratnya yaitu dugaan penipuan dengan penggelapan terkait janji memenangkan sengketa di tingkat pengadilan negeri (PN).

"Janji memenangkan (pihak berperkara) dalam sengketa di PN," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran.

Fadil mengatakan penyidik menjerat Alphad dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. "(Dijerat pasal) penipuan," sambung Fadil.

Alphad Syarif Membantah

Sementara, Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif, yang sudah ditahan sejak 20 September 2018 pun membantah melakukan penipuan itu. Bantahan itu disampaikan Alphad kepada Wakil Ketua DPRD Samarinda, Siswadi. Alphad menghubungi Siswadi melalui telepon selulernya.

"Ada menelpon saya sekitar jam 13 tadi, bilang itu tidak benar. Sebagai unsur pimpinan di DPRD, Alhamdulillah, dan saya berharap seperti itu (dugaan kasus penipuan tidak benar)," kata Siswadi.

Siswadi mengaku belum menerima surat resmi penahanan Alphad Syarif. "Kalau benar ditahan, secara tertulis, mestinya kami dapat tembusan. Katanya (Alphad Syarif), itu masalah lama," ujar politisi PDIP itu.

Siswadi tidak tahu persis dugaan kasus hukum yang membelit Alphad. Selama ini dia hanya mengetahui dari pemberitaan di media. Siswadi memastikan, tanpa kehadiran Alphad, kinerja dewan tidak terganggu.

"DPRD itu keputusannya kolektif kolegial. Setiap keputusan, dimusyawarahkan, dan diambil bersama-sama. Yang hadir (dalam rapat keputusan), teken. Itu kolektif. Tidak berpengaruh (kinerja DPRD terganggu tanpa Alphad Syarif)," tambahnya.

Badan Kehormatan DPRD Samarinda, Joha Fajal juga mengaku belum menerima surat resmi penahanan. Saat hendak dikonfirmasi ke Pelaksana Harian Sekretaris DPRD Samarinda Nurhayati Usman, dia tidak berada di ruangan. Dikabarkan tengah berada di luar kota. (*)

Reporter : Inara Dafina    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0