22 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Agus Haris: Pengangguran Tinggi karena Perusahaan Bawa Pekerja dari Luar


Agus Haris: Pengangguran Tinggi karena Perusahaan Bawa Pekerja dari Luar
Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris. (Dok)

KLIKBONTANG.COM Angka penggangguran terbuka di Bontang yang mencapai 9 ribu orang mendapat sorotan dari DPRD. Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris menilai Pemkot Bontang tidak serius mengatasi masalah ketenagakerjaan di Kota Industri ini.

Kehadiran mega proyek pembangunan PLTU 2x100 Megawatt sejatinya menjadi solusi bagi pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Bontang. Namun, dia mengatakan kesempatan kerja yang tersedia justru dinikmati oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Misalnya itu PT Wijaya Karya (Wika). Hampir 50 persen karyawan mereka berasal dari luar daerah, dari Jawa, Sumatra dan lainnya. Padahal, ini harusnya tenaga kerja lokal dulu yang diprioritaskan bekerja di sana, ujar Agus Haris kepada Klikbontang, saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Sabtu pekan kemarin.

Menurut Agus, masalah ketenagakerjaan yang terjadi di lapangan karena perusahaan bebas membawa pekerja asal luar daerah. Ini terjadi akibat pengawasan yang lemah dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Hal tersebut diperparah dengan minimnya koordinasi Pemkot Bontang dengan Pemprov. Akibatnya, pekerja asal luar membanjiri lowongan yang tersedia di mega proyek tersebut.

Karena ini proyek nasional, muaranya dari Kementerian yang mendata kebutuhan tenaga kerja untuk proyek ini. Kemudian, kementerian berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk penempatan tenaga kerja. Titik lemahnya berada di Pemprov, karena tidak ada seleksi ketat di sana. Ditambah Pemkot kita (Bontang) tidak berkoordinasi dengan Pemprov. Alhasil, yah seperti sekarang banyak tenaga kerja asal daerah lain yang menikmati posisi di perusahaan. Padahal tenaga kerja kita sendiri banyak menganggur, kata Agus.

Pernyataan Agus terhadap BUMN PT Wika atas penggunaan tenaga kerja asal luar yang tinggi coba dikonfirmasi Klikbontang. Wartawan menyambangi kantor PT Wika, di lokasi proyek, Desa Teluk Kadere.

Pejabat Humas PT Wika, Andi Abdul membantah perusahaannya banyak memperkerjakan karyawan asal luar daerah. Dia menunjukan data jumlah karyawan yang bekerja sekarang. Pada September kemarin, total karyawan PT Wika sebanyak 209 orang. Dari jumlah tersebut pekerja non-lokal berjumlah 84 pekerja atau setara 40 persen dari total seluruh karyawan.

Memang betul dulu awal-awal kami banyak pekerja non-lokal. Tapi sekarang kondisinya berbeda justru lebih banyak pekerja lokal. Belum lagi mereka (pekerja) yang berdomisili di sekitar perusahaan yang direkrut langsung tanpa melalui Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan PTSP (DPMTK-PTSP), ujar Andi kepada wartawan saat ditemui di kantornya. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0