22 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Di Balik Penolakan Pemkot Terhadap Alih Fungsi Wanatirta


Di Balik Penolakan Pemkot Terhadap Alih Fungsi Wanatirta
Agus Amir (kiri) dan Zulkifli menjelaskan soal Hutan Wanatirta saat konferensi pers di rumah jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long Nomor 1, Senin (5/11/2018) lalu. (KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG.COM -- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Agus Amir baru saja mengikuti rapat anggaran bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bontang. Seusai rapat, Agus buru-buru meninggalkan Kantor Sekretariat DPRD Bontang, Senin (5/11/2018) siang. “Nanti yah. Ini kita mau rapatkan dulu soal Wanatirta,” ujar Agus saat ditanya sikap pemerintah terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wanarita yang sempat viral di media sosial.

Agus Amir tidak sendiri, mengekor di belakangnya, Asisten Administrasi Pembangunan yang juga merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), Zulkifli dan Asisten Adminstrasi Umum, Syarifah Nurul Hidayati, juga ikut berjalan bersama Pj Sekda. Mereka menuju Kantor Wali Kota, Jalan Moh Roem, Kelurahan Bontang Lestari.

Selang beberapa jam, Pemkot Bontang menggelar jumpa pers. Seluruh wartawan berkumpul di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Kecamatan Bontang Utara petang kemarin. Semula, Wali Kota Neni Moerniani bakal menyampaikan penjelasan terkait masalah Wanatirta.

Namun, posisinya diwakili Pj Sekda Agus Amir, dan Asisten Administrasi Pembangunan, Zulkifli. Membuka sambutan jumpa pers, Agus tidak banyak bicara. Dia mengarahkan Zulkifli yang duduk di sebelahnya untuk menjelaskan terkait masalah Wanatirta.

Zulkifli mengatakan, pihaknya harus meluruskan terkait isu Wanatirta yang ramai dibahas. Pemkot Bontang tak ingin menguasai lahan Wanatirta, tetapi meminta pihak perusahaan tetap mempertahankan fungsi Hutan Kota Wanatirta sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Alasan pemerintah menolak usulan Pupuk Kaltim mengubah status Wanatirta untuk kepentingan masyarakat Bontang ke depan. Pemkot menyebutkan, ada 4 alasan mendasar untuk tetap menjaga Wanatirta seperti sekarang.

Keempat alasan tersebut, yakni fungsi resapan air, fungsi keanekaragaman hayati, fungsi iklim mikro dan fungsi keseimbangan serta keserasian lingkungan. Atas alasan tersebut, pemerintah menolak mengabulkan tuntutan perusahaan untuk mengubah sebagian wilayah Wanatirta menjadi areal perumahan (tertuang di Rencana Induk (Master Plan) Pupuk Kaltim).

“Laporan yang kami terima pada 2013 lalu ada 113 ribu dari jenis pohon langka khas Kalimantan di Wanatirta,” kata Zukifli menjelaskan.

Vegetasi yang tumbuh baik di Wanatirta sangat ideal sebagai wilayah resapan air. Kendati tidak terdapat akuifer (sumber air bawah tanah) namun kondisi Hutan Wanatirta yang baik mampu untuk menahan air tak langsung mengalir ke laut.

Lebih lanjut, pihaknya pun menyatakan, lokasi RTH Wanatirta merupakan wilayah RTH privat perusahaan. Tidak masuk dalam RTH publik Pemkot Bontang. “Jadi tidak benar kalau ada yang bilang kami ingin menguasai. Kami sudah keluarkan dari tuntutan ketersediaan RTH Kota. Pemkot hanya minta fungsi Wanatirta tetap sebagai penyangga lingkungan,” ujarnya.

Klik Bontang mencoba meminta konfirmasi ke pihak perusahaan sehari setelahnya. Dua karyawan humas Pupuk Kaltim dihubungi untuk wawancara terkait isu ini. Klikbontang menghubungi salah satu karyawan pukul 10.40 Wita untuk janjian bertemu dengan narasumber Pupuk Kaltim.

Kurang lebih 6 jam menunggu konfirmasi. Pihak Pupuk Kaltim menyampaikan enggan untuk klarifikasi terkait masalah Wanatirta. “Mas Ikhwal sepertinya dari PKT tidak akan ada press conference. Mohon doanya aja supaya masalah ini bisa selesai dengan baik,” ujar karyawan yang dihubungi.

Kronologis Wanatirta hingga Berpolemik versi Pemkot

Taman Penghijauan Wanatirta diusulkan sebagai areal perkantoran dan pemukiman Pupuk Kaltim. Foto ; Fani Klik

SURAT Direksi PT Pupuk Kaltim Nomor 49/Dir/VII.2004 diterima Pemkot Bontang tepat 20 Juli tahun itu berisi pembentukan Organisasi Kerja Badan Pelaksana Hutan Kota Wanarita. Organisasi yang diusulkan lengkap diisi posisi Dirut PT Pupuk Kaltim, Wali Kota Bontang, Dandim 0908, Kapolres Bontang dan Kajari. Mereka mengisi posisi sebagai pelindung. KLIK JUGA: Pansus Kaji Ketat Usulan Hutan Wanatirta Jadi Areal Kantor PKT

Sementara di dalam struktur penasihat, Direksi Pupuk Kaltim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (sekarang Dinas Lingkungan Hidup), Kepala Dinas Pertanahan Bontang (sekarang melebur dalam Dinas Kawasan Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan) serta Direktur. “Mulanya pembentukan Wanatirta ini diinisiasi oleh Pupuk Kaltim,” ujar Asisten Administasi Pembangunan, Zulkifli saat jumpa pers di rumah jabatan Wali Kota.

Berselang 8 tahun kemudian. Atas komitmen peduli perusahaan terhadap lingkungan dan pesisir, salah satunya Hutan Kota Wanatirta. Pupuk Kaltim meraih Penghargaan Pesisir (Coastal Award) sebagai peringkat pertama dari Himpunan Ahli Pesisir Indonesia (HAPPI) 2012. Pupuk Kaltim menyampaikan Hutan Wanatirta berfungsi melindungi keanekaragaman hayati, iklim mikro, menciptakan keseimbangan dan keserasian fisik, serta menjaga daerah resapan air bawah tanah.

Pada 5 September 2013, Surat Pupuk Kaltim bernomor 598/SP/Btg/IX.2013 berbunyi Pupuk Kaltim akan mempertahankan kondisi eksisting Taman Penghijauan Wanatirta sesuai Perda Nomor 11/2012 Tentang RTRW Kota Bontang.

“Kami bangga dengan Pupuk Kaltim. Makanya Perda Nomor 11/2012 itu untuk menguatkan komitmen mereka terhadap lingkungan,” ujar Zulkifli.

Seiring perjalanan waktu. Pada April 2017 lalu, komitmen perusahaan berubah. Pupuk Kaltim mempresentasikan Master Plan (Rencana Induk) untuk kawasan Hutan Wanatirta bakal diubah menjadi zona perumahan baru, club house, university, hospital, office park, shopping arcade,convention center, mice dan hotel di atas lahan 125 hektare.

Surat Dirut Pupuk Kaltim selang 5 hari setelah presentasi itu menyusul. Surat dengan nomor 0333/D10000-Btg/IV.17 perihal perubahan RTRW Wanartirta Kota Bontang berisi agar revisi RTRW Kota Bontang menyesuaikan dengan rencana induk Wanatirta Pupuk Kaltim.

Pemkot Bontang menolak Wanatirta diubah sesuai keinginan perusahaan. Surat Nomor 050/873/BAPELITBANG.2 berbunyi agar Wanatirta tetap dipertahankan fungsinya. Pemerintah juga meminta kajian risiko dan perubahan nilai daya dukung lingkungan.

13 Juli 2017, Pupuk Kaltim keberatan dengan keputusan Pemkot Bontang. Hal ini tertuang di dalam surat Dirut Nomor 609/D10000-Btg/VII.7 Perihal keberatatan terhadap RTRW Kota Bontang.

Pihak Pupuk Kaltim dan Pemkot saling membalas surat penolakan satu sama lain. Dari dokumen yang diterima Klikbontang, terdapat 5 kali balasan surat yang dikirim satu sama lain dari periode Januari – Juli tahun ini.

Upaya untuk menyelesaikan masalah ini coba difasilitasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Tercatat 4 kali rapat yang difasilitasi kementerian ini digelar. Namun, belum menemukan titik temu.

Dokumen Rencana Induk Wanatirta, Membangun Perumahan hingga Apartemen

PRESENTASI Final Master Plan (Rencana Induk) Pemukiman Pupuk Kaltim di kawasan Hutan Wanartirta digelar di ruang Meranti Kantor Pusat Pupuk Kaltim, April 2017 lalu. Hasilnya mencegangkan Pemkot Bontang.

Di dalam rencana induk tersebut, Pupuk Kaltim berniat mendirikan perumahan baru bagi karyawan Pupuk Kaltim lengkap dengan fasilitas pendukungnya, seperti rumah sakit, kampus, pusat perbelanjaan, hotel. Rencana ini bakal didirikan disebagian wilayah Wanatirta.

Dokumen yang terdiri 5 halaman ini merangkum rencana Pupuk Kaltim membangun kawasan hunian baru yang terbagi dalam 10 bagian, diantaranya Zona Perumahan Baru, Club House, University, Office Park, Zona Wisata, Hospital, Shopping Arcade, Convention Center, Hotel dan MICE.

Anggota Pansus RTRW lintas komisi dalam kunjungan ke Hutan Wanatirta Bontang, Senin 24 Juli 2017 silam.

Untuk membangun seluruh bagian tersebut, rencananya bakal memakan waktu hingga 20 tahun. Masing-masing bagian dikelompokkan sesuai skala prioritas pembangunan.

Pada tahun pertama hingga tahun ke-5, di dalam dokumen tersebut perusahaan bakal membangun zona perumahan yang terdiri 114 unit rumah, Clubhouse (Pujasera, Tempat Fitnes, Kolam Renang, Lapangan Tenis, dan Community Center) kemudian Shopping Arcade dan Universitas serta kantor pengelola Pupuk Kaltim.

Setelah itu, pembangunan tahap kedua dikerjakan pada tahun ke- 6 sampai 10 tahun, Pupuk Kaltim bakal membangun perumahan tahap kedua sebanyak 171 unit rumah, sarana pelayanan umum, Office Park & Office Tower 1, Student Apartement, Rumah Sakit dan Apartement. KLIK JUGA: Kementerian ATR Tolak Usulan Alihfungsi, Wanatirta Tetap sebagai RTH

Kemudian dilanjutkan, pembangunan tahap ketiga bakal didirikan tahun ke-11 – 15 tahun. Pupuk Kaltim akan membangun Hotel, Office Tower ke-2, Apartement, Masjid dan Sarana Pelayanan Umum.

Pembangunan tahap terakhir bakal dilakukan pada tahun ke-16 hingga 20 tahun. Ada 4 bagian yang bakal didirikan, yaitu Convention Center (convention hall, VIP Room, Loading Dock, Toilet dan Parkir), MICE (Convention Hall, Meeting Room, VIP Room, ATM Center, Loading Dock, dan Parkir), Gereja dan Apartement. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0