22 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sulam Tumpar Khas Kubar Dapat Rekor Muri


Sulam Tumpar Khas Kubar Dapat Rekor Muri
Bupati FX Yapan menerima sertifikat Rekor Dunia Lelaki Penyandang Mandau dan Ketua Dekranasda Yayuk Seri Rahayu Yapan menerima sertifikat Rekor Muri Sulam Tumpar.

KLIKBONTANG.COM -- Tepat 5 November 2018, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) genap berusia 19 tahun. Usia yang sudah terbilang dewasa untuk sebuah pemerintahan otonom. Dalam peringatan HUT ke-9 Kubar, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menjadi inspektur upacara di Alun-Alun ITHO, Senin (5/11).

Dalam peringatan HUT ke-19 tersebut, Kubar menoreh sejumlah prestasi. Tidak hanya memecahkan Rekor Muri, tapi juga Rekor Dunia. Yakni, Rekor Lelaki Penyandang Mandau Terbanyak (3.300 mandau) Rekor Muri Sulam Tumpar Perempuan Terbanyak (2.330 perempuan). 

Dalam sambutannya, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi mengucapkan Selamat Hari Jadi Kubar dan mengharapkan daerah ini semakin maju. “Utamakan pembangunan yang terus berpihak pada masyarakat, dengan membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan hingga seluruh pelosok daerah,” ujarnya dalam siaran pers.

Selain itu, kata Hadi, membangun ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam secara maksimal dan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup. Selama ini Kubar dikenal dengan potensi pertambangannya, khususnya emas dan tambang batu bara.

“Era pertambangan suatu saat akan berlalu, lakukan terobosan di sektor pertanian dalam arti luas, dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan. Utamanya di sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang sangat potensial di Kutai Barat,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati FX Yapan mengatakan, HUT ke-19 Kubar dengan capaian pembangunan ditampilkan dalam pameran. “Kita berharap, masyarakat semakin cinta kepada NKRI, cinta kepada Pancasila, cinta kepada negara, serta bahu-membahu dan saling menghargai. Sebab, kedamaian ini diperlukan sebagai modal membangun Kubar,” jelasnya. (hms19)

Reporter : Hms | Nara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0