15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Melihat Kecanggihan CT Scan RSUD Bontang, Cukup 10 Detik Diagnosis Penyakit


Melihat Kecanggihan CT Scan RSUD Bontang, Cukup 10 Detik Diagnosis Penyakit
Ketua DPRD Bontang, Nursalam mencoba mencoba CT Scan 128 slice di RSUD Taman Husada Bontang, Selasa (13/11). (HUMAS PEMKOT/ADIE)

KLIKBONTANG.com -- Direktur RSUD Taman Husda Bontang, dr I Made Gusti Suardika tengah berbincang dengan dua orang rekannya di ruangan Computed Tomography (CT) Scan lantai dasar rumah sakit. Dokter spesialis anak ini bercakap dengan seorang pria bertubuh tinggi tegap-belakangan diketahui seorang radiografer sekaligus kepala ruangan CT Scan di rumah sakit ini, Sukamto namanya dan seorang wanita, dr Agustiana kepala instalasi mesin CT Scan.

Bilik CT Scan bersebelahan dengan Unit Gawat Darurat (UGD). Pintunya selalu tertutup, di pintu masuk tertera simbol radioaktif dan larangan bagi perempuan hamil untuk berada di dalam ruangan ini. Ruangan mesin ini tak luas, berukuran sekira 3x4 meter. Dua buah pendingin ruangan dengan suhu rendah saling berhadapan menggantung di ubin. Membuat ruangan serasa di dalam lemari es.

Satu-satunya di dalam ruangan, sebuah alat berbentuk persegi belubang di bagian tengahnya dan dilengkapi dengan ranjang yang menjulur menjadi penghuni ruangan ini. Alat ini bernama CT Scan 128 Slice, peralatan mahal ini belum genap sepekan beroperasi di Bontang. “Rp 12 miliar harganya,” ujar Direktur RSUD kepada Klik bontang menjawab ramah pertanyaan.

Harga selangit membuat alat ini dilengkapi kemampuan canggih. Melalui alat ini, diagnosis penyakit cukup singkat. Hanya 10 detik, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui titik gangguan penyakit. Teknologi alat ini baru dua berada di bumi Kaltim, RSUD Bontang dan rumah sakit swasta di Balikpapan.

CT Scan 128 Slice, sekaligus menggantikan CT Scan 2 Slice yang telah 12 tahun beroperasi di rumah sakit ini. Untuk memindai gambar pasien pada alat sebelumnya cukup memakan waktu dan sedikit merepotkan. Bagian tubuh tertentu diperiksa, satu demi satu untuk mengambil potret gambar utuh. Namun, dengan CT Scan terbaru pasien cukup sekali saja dipindai untuk mendapat hasil medis sekujur tubuh.

Cara kerja alat pun sederhana. Pasien cukup berbaring di ranjang CT Scan, kemudian alat memindai dengan sinar x-ray ke seluruh tubuh. Komputer langsung membaca hasil pemindai seluruh organ tubuh dengan rinci. “Tidak merasakan apapun, radiasinya juga tidak berbahaya karena sudah menyesuaikan dengan tubuh manusia,” ujar dr Gusti kepada wartawan, Jumat pekan lalu.

Menembus Hingga Lapisan Tulang

Teknologi CT Scan Slice 128 mampu memindai bagian organ hingga menembus tulang. Sukamto, kepala ruangan CT Scan RSUD, menunjukan hasil pemindai dengan alat itu. Salah satu rekam pasien stroke dapat terdeteksi dengan jelas. Gumpalan darah di bagian dalam kepala pasien terekam dalam gambar tiga dimensi.

“Ini (darah menggumpal) yang sebabkan stroke si pasien,” ujar Sukamto menunjukan hasil rekam medis di monitor CT Scan Slice 128.

Sukamto bilang, hasil pemindai dapat disesuaikan dengan keinginan dokter. Mulai dari jaringan kulit, hingga bagian terdalam dapat dijamah dengan jelas melalui alat ini. Bahkan, organ motorik, seperti jantung juga bisa terekam. “Jadi semua organ tubuh bisa terdeteksi titik-titik penyakitnya, memudahkan diagnosis,”ujarnya.

Dari layar monitor tersebut, Sukamto bersama dengan dr Agustiana juga mengoperasikan peralatan ini. Ruangan operasional terpisah dengan mesin CT Scan. Bilik pembatas antara keduanya berupa kaca besar.

Dari balik kaca keduanya memantau kerja mesin itu. Menurut keduanya, saban hari CT Scan harus beroperasi, kendati sekadar untuk “memanaskan” peralatan tersebut. Untuk mencegah kerusakan.

Klik Bontang mendapat kesempatan melihat langsung pengoperasian alat ini. Dari layar monitor, Sukamto mengoperasikan mesin. Perlahan mesin berderu. Suaranya perlahan keras, memekakan telinga.

“Itu bunyi radiasi mesin, tidak ada yang boleh di dalam saat dipanaskan bisa terpapar radiasi,” kata Sukamto seraya mengecilkan volume suara dari meja kerjanya.

Bisa Dinikmati untuk Semua Golongan

Tarif untuk menggunakan layanan medis CT Scan Slice 128 mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta tergantung metode penggunaanya. Metode penggunaan mesin ini ada dua, kontras dan non-kontras.

Kontras merupakan cairan yang disuntikan ke dalam tubuh pasien untuk memudahkan membaca hasil pemidai mesin ini. Pasien diharuskan melalui beberapa syarat untuk mengikuti prosedur kontras. Tarifnya pun sedikit lebih mahal ketimbang non-kontras.

Sedangkan non-kontras, tak perlu memenuhi syarat ketentuan. Pasien langsung dipindai dengan alat ini. Tentunya dengan biaya sedikit lebih murah.

Beruntung, di Bontang pasien tak perlu merogoh kocek untuk menggunakan alat ini. Melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) RSUD menggratiskan kepada pasien BPJS Kesehatan maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Semua bisa nikmati, mau kaya atau miskin sama saja,” kata Direktur RSUD, I Gusti Made Suardika.

Pun demikian, tidak semua penyakit bisa diagnosis melalui alat ini. Hanya beberapa penyakit tertentu dengan rujukan dokter, bisa menggunakan mesin ini. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 1

  • Yudhi P. Rahutama

    Untuk fasilitas ini apakah bisa dinikmati untuk pasien yang ingin melakukan general check up, untuk mendeteksi secara dini penyakit jantung coroner atau yang lainnya?
    Terimakasih.

    Yudhi P. Rahutama   20 November 2018 - 09:26:46 WIB

AwalKembali 1 LanjutAkhir
Untuk mengirim komentar, silahkan login atau registrasi terlebih dahulu !