15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

5 Alasan Media Asing Tuntut Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI


5 Alasan Media Asing Tuntut Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI
Edy Rahmayadi dan polemik dalam sepak bola Indonesia.

KLIKBONTANG.com -- Untuk kesekian kalinya, Timnas sepak bola Indonesia harus mengalami kekalahan di kancah internasional. Kali ini, dalam laga lanjutan Grup B kompetisi sepak bola Piala AFF 2018 melawan Thailand, Sabtu (17/11/18), Timnas Indonesia harus mengakui raksasa ASEAN itu dengan skor mencolok 2-4.

Tentu saja hasil ini menjadi polemik tersendiri untuk PSSI, sebagai induk sepak bola Indonesia. Bobroknya kepemimpinan Edy Rahmayadi menjadi persolan utama dalam beberapa tahun terakhir yang disorot oleh netizen.

Bahkan, klimaksnya saat putaran final Piala AFF 2018. Beragam permasalahan-permasalahan yang tidak bisa dianggap enteng pun berhasil mencuri perhatian khalayak luas. Tak terkecuali media berita olahraga ternama asal Amerika Serikat, Fox Sports.

Dalam beberapa kesempatan, Fox Sports memuat beberapa artikel mengenai buruknya, serta kacaunya persepakbolaan Indonesia di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi. Terbaru, Fox Sports menulis 'tuntutan' mengenai 5 alasan Edy Rahmayadi untuk segera lengser dari posisinya di PSSI. Maka dari itu INDOSPORT pun coba merangkumnya kembali alasan-alasan tersebut untuk Anda pembaca setia kami.

1. Liga Indonesia Terus Berjalan Saat Piala AFF 2018 Berlangsung

Di saat semua liga sepak bola ASEAN berhenti kala tim nasionalnya bertanding, Liga 1 yang merupakan kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia justru terus berlangsung walau Timnas Indonesia bertanding di Piala AFF 2018.
 
Tentu saja hal ini berhasil menyita banyak perhatian khalayak luas, tak terkecuali Fox Sports. Berawal dari sebuah postingan di Facebook seseorang netizen luar negeri bernama Pie Chelsea yang mempertanyakan kenapa Liga 1 terus berlangsung. Media asal Amerika ini pun mulai menyoroti kejangalan hal tersebut.

Dengan mengusung judul "AFF Suzuki Cup 2018: Indonesia fans livid as domestic league continues during national team participation", Fox Sports pun turut mempertanyakan hal tersebut, sekaligus menyoroti keluhan masyarakat Indonesia terhadap kinerja Edy Rahmayadi.
 
"Di hari yang sama Indonesia berhadapan dengan Singapura di Singapura National Stadium, tiga Liga 1 turut diselenggarakan-- Madura United vs Bhayangkara FC, Persib vs PSMS dan Mitra Kukar vs Persela!" tulis Fox Sports dalam artikelnya.

2. Performa Timnas Indonesia Tak Berkembang

Fox Sports pun turut menyoroti performa Timnas Indonesia yang secara kasat mata tidak mengalami perkembangan. Bahkan, media asal Amerika ini pun tak segan mengatakan bahwa sejak didapuk sebagai ketua umum PSSI, Edy hanya mampu membawa Indonesia berjaya kala Timnas Indonesia berhasil menembus final Piala AFF 2016 silam.

Namun, sejak saat itu performa Garuda Nusantara secara perlahan-lahan mulai menurun seiring berjalannya waktu. Tak cukup sampai di situ, Fox Sports turut menyebutkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih jauh dari kata aman setelah meraih dua kekalahan dari tiga pertandingan di fase grup B Piala AFF 2018.

3. Lupa Memasang Logo AFF

Pada pertandingan melawan Timor Leste beberapa hari yang lalu. Timnas Indonesia memang berhasil menuai hasil positif kala itu. Namun, kemenangan 3-1 atas saudaranya sendiri tersebut, nyatanya tak luput dari pemberitaan negatif Fox Sports.

Dalam sebuah artikel yang dimuatnya, Fox Sports mempertanyakan kenapa jersey yang digunakan Indonesia terlihat polos, tanpa adanya patch (Logo) AFF di jersey kandang Timnas. Media olahraga Amerika ini pun tak segan mengatakan ini kesalahan terbesar kedua untuk Indonesia dan PSSI, setelah polemik berlangsungnya Liga sepakbola di Tanah Air, kala Timnas bertanding di Piala AFF 2018.

4. Tamparan untuk Penggemar PSMS Medan

Foxsports juga menyoroti aksi tak terpuji Edy Rahmayadi pada pertandingan Liga 1 2018 di pekan ke-23 yang mempertemukan PSMS Medan vs Persela Lamongan.

Saat itu, secara mengejutkan Edy Rahmayadi yang datang secara langsung menampar seorang suporter atas tindakannya menyalakan flare di tengah-tengah pertandingan.

Sejatinya Edy hanya ingin suporter tersebut tidak menyalakan flare, mengingat bila ketahuan oleh AFC, maka PSMS akan mendapatkan denda yang cukup banyak. Akan tetapi, cara yang digunakan oleh Ketua Umum PSSI ini, bisa dikatakan tidak halus. 

Sialnya, aksi Edy ini ternyata direkam dan disebarkan ke media sosial. Alhasil banyak yang mengecam tindakan Ketua Umum PSSI ini tidak pantas, dan meminta untuk turun dari jabatannya. Menanggapi hal ini, Edy pun berdalih dirinya hanya mengelus-elus suporter tersebut.
 
"Saya datang ke sana maksudnya mengingatkan anak-anak kita, jangan. Sudah suatu kebiasaan saya memegang pipi, kalau enggak saya pegang kepala."
 
"Kok larinya ditampar begitu? Tangan saya ini besar. Kalau tampar orang sayang sekali, ya Anda sudah tahulah itu," ucapnya Edy dilansir dari Merdeka.
 
Edy Rahmayadi, selaku pemilik PSMS Medan, secara langsung datang ke PSMS Medan yang menjamu Persela Lamongan di kandangnya sendiri.

5. Rangkap Jabatan PSMS Medan

Seperti yang sudah diketahui, Edy Rahmayadi sejatinya adalah Ketua Umum PSSI. Akan tetapi, pada pertengahan tahun 2018 ini, pria 57 tahun itu turut mengemban jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara. Tentunya sebagai pemimpin, rangkap jabatan seperti itu bukanlah hal yang baik untuk dijalani mengingat sebagai pemimpin harus bisa memfokuskan dirinya demi menjalankan tugasnya dengan baik.
 
Tak sedikit masyarakat Indonesia yang meminta Edy untuk turun dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Bahkan sebuah petisi untuk melengserkan Edy pun telah dibuat dan telah ditanda tangi oleh 59 ribu orang. AlhasilFox Sports pun menyoroti kasus ini. Menurut mereka, kinerja Edy sebagai pemimpin induk sepak bola Indonesia akan terpengaruh dengan jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara. (*)

Reporter : isport    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0