15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tiga Penyebab Janin Gagal Berkembang di Kandungan


Tiga Penyebab Janin Gagal Berkembang di Kandungan
Ilustrasi.

KLIKBONTANG.com -- Setiap calon orangtua ingin agar bayinya bisa bertumbuh kembang dengan baik dalam kandungan, sehingga lahir ke dunia menjadi anak yang sehat walafiat. Itu sebabnya penting bagi setiap calon ibu untuk rutin memeriksakan kehamilannya dari awal hingga menjelang persalinan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah janin tidak berkembang. 

Janin yang tidak berkembang digambarkan sebagai kondisi pertumbuhan janin yang lambat alias tertunda. Dalam dunia medis, pertumbuhan janin yang tertunda dikenal dengan istilah IUGR (Intrauterine Growth Restriction).

Janin dikatakan IUGR apabila pertumbuhan bayi tidak sesuai dengan usia kehamilan. Tumbuh kembang janin yang lambat ini menandakan ukuran bayi lebih kecil dari ukuran rata-rata pada usia kehamilan tersebut. Misalnya Anda sudah hamil 12 minggu, namun perkembangan dan berat janinnya masih seperti usia di bawah 12 minggu.

Sebagai gambaran umum, Anda bisa pantau perkembangan janin dari minggu 1 sampai 40 di laman HelloSehat. Bayi mungkin tidak tumbuh dengan baik jika dia tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang. Berikut penyebab paling umum janin tidak berkembang:

Kondisi medis ibu

Janin Anda mungkin dikatakan terlambat berkembang alias mengalami IUGR apabila Anda mengidap penyakit jantung, ginjal, paru-paru, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, atau diabetes. Selain itu, IUGR bisa terjadi pada janin apabila Anda mengalami preeklampsia selama kehamilan trimester kedua, hipertensi kronis, atau keduanya sekaligus.

Kelainan plasenta

Plasenta adalah organ yang berfungsi mengirim nutrisi dan oksigen untuk janin di dalam kandungan. Jika bentuk plasenta tidak sempurna atau ukurannya terlalu kecil, maka organ ini tidak dapat menjalani fungsinya dengan baik. Kondisi inilah yang memungkinkan janin mengalami IUGR karena mengalami defisiensi nutrisi atau oksigen sehingga janin tidak berkembang sewajarnya sesuai usia.

Apa akibatnya jika janin tidak berkembang?

Pertumbuhan janin yang tertunda berisiko mengalami berbagai masalah tertentu pada saat kehamilan, proses persalinan, dan nantinya setelah dilahirkan. Umumnya, janin yang tidak berkembang bisa dideteksi pada usia satu hingga tiga bulan. Jika dibiarkan saja hingga lebih dari tiga bulan, kondisi ini dapat memicu keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Meski begitu, pada beberapa kasus, janin yang didiagnosis terlambat berkembang masih bisa lahir dengan berat badan normal.

Oleh karena itu, semua ibu hamil seharusnya diperiksa untuk faktor risiko IUGR. Terlebih jika Anda memiliki beberapa kondisi yang disebutkan di atas, disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter kandungan yang menangani Anda. Perhatikan penyebab-penyebabnya agar ketika hamil, Anda dapat terus memantau perkembangan janin. Tujuannya untuk mengantisipasi jika janin ternyata mengalami kondisi IUGR, dapat segera ditangani oleh tim medis. (*)

Reporter : Inara | HelloSehat    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0