15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Urai Banjir, Wacanakan Jalan Alternatif Bandara Samarinda


Urai Banjir, Wacanakan Jalan Alternatif Bandara Samarinda
Presiden Jokowi didampingi Menhub dan Gubernur Kaltim meninjau Bandara APT Pranoto, Samarinda, usai meresmikannya Kamis (25/10) siang. | Foto: istimewa

KLIKBONTANG.com -- Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor merencanakan pembangunan jalan alternatif menuju Bandara Adji Pangeran Tumengung ( APT) Pranoto, Samarinda, sebagai solusi untuk mengurai kemacetan dan musibah banjir yang sering terjadi di jalan menuju Bandara tersebut.

Menurut Isran Noor kepada awak media di Samarinda, Selasa, pembangunan jalan alternatif menuju Bandara, rencananya akan melalui kawasan Batu Besaung, Sempaja,Samarinda.

Keberadaan jalan alternatif inilah yang diyakini bisa mengurai berbagai persoalan di Jalan DI Pandjaitan yang saat ini menjadi akses utama menuju Bandara namun juga menjadi salah satu titik banjir terparah di Kota Samarinda.

"Kalau persoalan banjir, dari dulu Samarinda sudah banjir. Jadi tak perlu disoal. Kita hanya bisa mengurangi dampak negatif banjir, oleh sebab itu akan kita bangun jalan alternatif di Batu Besaung, tapi status jalan belum ada nanti diusulkan agar dibiayai pemerintah pusat," kata Isran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim M Taufik Fauzi mengatakan, sejatinya Pemprov Kaltim sudah memiliki program pembangunan jalan alternatif dari Sempaja Samarinda menuju Bandara APT Pranoto.

"Program tersebut sudah ada sejak dua tahun lalu panjang jalannya 14 km, namun saat ini terhenti" kata Taufik.

Menurut Taufik, dari 14 km panjang jalan tersebut, pihaknya sudah membuka badan jalan sepanjang 5 km dengan rigid 400 meter. Untuk membangun jalan sepanjang 14 km plus dua jembatan, menurut Taufik diperlukan dana sekitar Rp450 miliar.

Taufik menuturkan, pihaknya akan memperjuangkan agar pembangunan jalan alternatif tersebut dibiayai oleh pemerintah pusat. "Kesulitannya karena jalan itu masih nonstatus, artinya bukan milik kota, provinsi, atau pusat. Tetapi akan tetap kita usulkan," tutur Taufik. (*)

Reporter : Antara    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0