15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dua Minggu Distribusi Air PDAM Bontang Ngadat


Dua Minggu Distribusi Air PDAM Bontang Ngadat
Direktur PDAM Tirta Tamam Bontang, Suramin (DOK KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.com - Distribusi air PDAM di Bontang Utara terhambat sejak dua pekan. Biasanya distribusi air ke pelanggan dua hari sekali, kini bisa sampai 4 hari itupun volume air lebih sedikit dari biasanya.

Dewi Susila (31), warga Jalan Seruling 4, Kelurahan Bontang Baru mengaku kesulitan memperoleh air bersih. Pasalnya, jadwal alir kini lebih lama dari sebelumnya. Dia pun terpaksa harus membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan air di rumahnya.

“Biasanya dua hari sekali mengalir. Ini kok malah kadang 4 hari baru ngalir. Itupun debitnya kecil," keluh Dewi saat ditemui Klik Bontang di rumahnya, Jumat (30/11/2018).

Serupa, Idris Nurdian (57) warga jalan Mulawarman, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara juga merasakan hal sama. Menurut pegawai Pemkot ini, aliran air PDAM di rumahnya selain jadwalnya alir yang lebih lama daripada sebelumnya, juga debit air yang diperoleh kecil.

“Itu tandon biasanya penuh, ini kita harus tunggu sampai pagi,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin membenarkan adanya gangguan distribusi air untuk sebagian warga di Kecamatan Bontang Utara. Penyebabnya, kata Suramin, karena ada penurunan produksi di Water Treatment Plant (WTP) Bhayangkara, di jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.

“Memang kami akui ada penurunan layanan, karena produksi WTP Bhayangkara kami turun 70 persen dari sebelumnya,” ujar Suramin.

Lebih lanjut, Suramin menjelaskan, suplai air baku ke WTP Bhayangkara berkurang dari sebelumnya 150 liter per detik sekarang hanya 55 liter per detik saja. Sebab, dua sumur produksi di wilayah Bontang Barat alami kerusakan.

Pun demikian, pihaknya tengah mengupayakan pemulihan WTP, agar produksi dapat kembali normal. Untuk sementara ini, warga dapat memanfaatkan layanan air tangki milik Pdam Tirta Taman, dengan menghubungi call center (0548)23555.

Di samping itu, pihaknya juga mencoba interkoneksi jaringan pipa dari WTP Loktuan ke WTP Bhayangkara yang berjarak 8 kilometer. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan suplai air ke WTP Bhayangkara.

”Sekarang kita lagi coba hubungkan jaringan. Nah ini kita pasang water meter (alat ukur) dan penghubung pipa,” ujar dia. (*)

Reporter : Inara Dafina    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0