15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bawaslu: Tidak Ada Unsur Kampanye di Reuni 212


Bawaslu: Tidak Ada Unsur Kampanye di Reuni 212
Gambar dari udara suasana Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

KLIKBONTANG.com -- Reuni 212 sejak lama dikhawatirkan menjadi ajang kampanye terutama untuk kepentingan Pilpres 2019. Saat acara itu berlangsung, rupanya hadir Prabowo Subianto yang menyebut diri sebagai capres, juga ada simbol dua jari sebagai dukungan pada Prabowo-Sandi.

Merespons hal itu, Bawaslu RI menilai tidak ada unsur kampanye di ajang reuni 212, terutama terkait kehadiran Prabowo subianto di aksi yang dihadiri banyak sekali massa hingga memadati Thamrin.

"Dari hasil pengawasan dan pantauan saya melalui televisi, sama sekali tidak terdapat, tidak ditemukan unsur-unsur kampanye pada reuni 212," ucap komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Minggu (21/2).

Kesimpulan sementara itu didapat Ratna dari laporan Bawaslu DKI yang memang hadir langsung di Monas, juga dari pantauannya di televisi. Bawaslu memang mencermati aksi ini sekiranya ada pelanggaran kampanye.

"Terutama kan fokus kita Prabowo hadir dan diberi kesempatan pidato, jangan sampai dimanfaatkan kampanye," ujarnya.

Sementara terkait pidato Imam Besar FPI Rizieq Syihab yang jelas menyerukan jangan pilih capres dan caleg dari partai pendukung penista agama, juga seruan memilih capres-cawapres hasil Ijtima Ulama, Ratna menyebut perlu mengkaji lebih dulu.

"Saya sudah mintakan mereka (Bawaslu DKI) juga, karena selama saya tonton tidak dengar itu. Saya minta laporan lapangan bagaimana peristiwanya. Kalau ada itu kami pelajari apakah kampanye atau bukan," pungkasnya.

Massa Banyak, Tapi Sampahnya Sedikit

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan turut memeriahkan reuni akbar 212 di Monumen Nasional (Monas). Anies mengakui acara tersebut berjalan dengan lancar, meski jumlah massa yang hadir cukup banyak. Bahkan, sampah yang dihasilkan tidak melebihi saat pelaksanaan malam tahun baru.

“Jumlah massanya lebih banyak dari tahun baru, tapi sampahnya lebih sedikit,” kata Anies di Monas, Jakarta Pusat, Minggu, (2/12).

Anies belum bisa mengungkapkan berapa jumlah total keseluruhan sampah saat malam tahun baru. Namun, Anies memastikan sampah saat reuni akbar 212 yang dikumpulkan hanya 200 ton.

“Kita siapkan toilet mobile sampai pembersihan sampah (saat acara). Diperkirakan ada 200 ton sampah yang berhasil dibersihkan. Ini jauh lebih kecil dari malam tahun baru,” ujar Anies.

Anies kemudian mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu membersihkan sampah di Monas, khususnya setelah acara reuni 212 selesai. Anies menuturkan dalam kesempatan ini Pemprov DKI mengerahkan 1.080 petugas untuk membersihkan sampah.

“4 jam teman-teman bekerja ada 1.080 ada petugas yang bekerja. Dan sore ini relatif bersih tinggal diangkat. Sampah sudah terkumpul dan besok akan dibawa ke tempat pengumpulan sampah akhir,” tutur Anies. (*)

Reporter : Inara Dafina | Kumparan    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0