19 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gas Diduga Bocor saat Memasak, 34 Mes Karyawan Terbakar


Gas Diduga Bocor saat Memasak, 34 Mes Karyawan Terbakar
Proses pemadaman kebakaran mess karyawan PT Korindo Ariabima Sari, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (14/4/2018)(Kompas.com/Budi Baskoro)

KLIKBONTANG.com -- Satu bangunan mes karyawan PT Rimba Raya Lestari (RRL), yang terletak di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu Kota, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), hangus terbakar, Kamis (13/12/2018).

Mes yang dihuni 34 Kepala Keluarga dari 34 pintu itu terbakar Kamis pukul 10.30 Wita. Kerugian materil ditaksir berkisar hingga Rp 500 juta. Salah satu korban yang merupakan sekuriti PT RRL, Agi Ole, mengatakan, api cepat menyambar karena bangunan terbuat dari kayu.

Seluruh penghuni tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Beruntung tidak ada korban jiwa."Api langsung cepat membesar, tidak sempat selamatkan barang-barang karena berusaha memadamkan api. Tapi, akhirnya tetap, satu bangunan habis semua," kata Agi.

Dia menyebut, api pertama kali berasal dari salah satu dapur warga yang sedang mengadakan kegiatan masak-masak. Mereka menggunakan dua kompor, agar proses memasak cepat selesai. Satu kompor sempat mati karena kehabisan gas.

Waktu diganti, ternyata ada gas yang keluar dan langsung tersambar api dari kompor sebelahnya yang menyala. "Api langsung menyambar gas bocor itu, jadi yang masak langsung keluar menyelamatkan diri dan melapor ke sekuriti. Tapi terlambat, karena api ternyata lebih dulu menghanguskan seluruh bangunan," ujar dia.

Meski petugas pemadam kebakaran dan relawan kebakaran cepat datang, namun mereka kesulitan memadamkan api yang terlanjur membakar seluruh dinding kayu bangunan. Baca juga: Kebakaran Ludeskan Belasan Rumah di Samarinda Tepat pukul 12.30 Wita, api berhasil dikuasai. Namun, tak ada barang yang tersisa, dan bangunan rata dengan tanah.

"Tidak ada yang bisa diselamatkan, karena memang bangunan ini kayu," sebut dia. Untuk sementara, para korban harus tinggal di pengungsian. Petugas kepolisian terus memeriksa penyebab kebakaran dan membantu membangun tenda pengungsian. ***

Reporter : Kompas    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0