26 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Anies Terancam 3 Tahun Penjara


Anies Terancam 3 Tahun Penjara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Konferensi Nasional Gerindra. (Lamhot Aritonang/detikcom)

KLIKBONTANG.com -- Pose dua jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra berbuntut panjang. Anies terancam pidana penjara tiga tahun jika dugaan itu terbukti sebagaimana diatur Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Anies berpose menunjukkan dua jari saat mendapat kesempatan berdiri di podium Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12). Dia kemudian berbicara tentang jasa Prabowo saat ia maju di Pilgub DKI 2017 bersama Sandiaga Uno yang diusung Gerindra-PKS.

Dalam kesempatan itu, Anies tampak mengacungkan salam dua jari Prabowo-Sandi. Tak cuma satu tangan, salam dua jari diacungkan Anies dengan tangan kanan dan kirinya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah mengatakan dengan tindakannya di acara Gerindra tersebut, Anies berpotensi melanggar Pasal 547 UU Pemilu.

"Poin klarifikasi kan yang dilaporkan terkait dugaan Pasal 547. Yang dilaporkan itu kan pengacungan simbol," kata Irvan di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (7/1/2019) mengutip CNNIndonesia.

Irvan menyebut Bawaslu Kabupaten Bogor tak hanya memeriksa soal pose dua jari Anies. Namun juga kehadiran dan pernyataan-pernyataan Anies di acara itu yang diduga menguntungkan Prabowo-Sandi.

Dalam Pasal 547 UU Pemilu disebutkan, setiap pejabat yang dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye dipidana tiga tahun penjara dan denda Rp36 juta. Namun demikian KPU Kabupaten Bogor belum pada kesimpulan atau keputusan atas laporan terhadap Anies ini.

"Dugaannya ada [pidana], tapi belum [diputuskan]," lanjut dia.

Saat ini Bawaslu Kabupaten Bogor masih menelaah jawaban Anies atas 27 pertanyaan yang diajukan. Bawaslu Kabupaten Bogor masih memerlukan beberapa telaah sebelum mengambil keputusan.

Sementara Anies bersikukuh tidak melakukan pelanggaran kampanye. Ia mengaku sudah izin ke Kemendagri dan tidak mengajak orang memilih Prabowo-Sandi.

"Setiap orang bisa memiliki interpretasi atas simbol. Normalnya kalau orang mengatakan dua jari ya pakai jari telunjuk dan jari tengah dan selama ini juga pasangan (calon) selalu menggunakan dua itu," ujar Anies usai diperiksa. ***

Reporter : Inara Dafina    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0