21 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Agar Melaut Aman, Ini Pesan BPBD Pada Nelayan


Agar Melaut Aman, Ini Pesan BPBD Pada Nelayan
Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani kala ditemui di ruangannya, Selasa (8/1/2019) sore. (Foto: Fitri Wahyuningsih)

KLIKBONTANG.COM - Kepergian Arman (21), pemuda Tanjung Laut yang terhempas ombak kala melaut di perairan Beras Basah tentu menyisakan duka. Di sisi lain, perlu dilakukan pencegahan untuk meminimalkan terjadinya kejadian serupa.

Kepala Badan Penanganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang Ahmad Yani mengatakan, pihaknya selalu memberi imbauan perkiraan cuaca kepada masyarakat.  Dijelaskan, imabauan ini bahkan diperoleh langsung dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

‘’Tiap hari saya beri imbauan. Ini langsung dari BMKG. Saya kirim ke Wali Kota (Neni). Seluruh Lurah di Bontang. Lurah-Lurah ini kemudian meneruskan pada seluruh RT yang ada di daerahnya,’’ urai Ahmad Yani kala ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 8 Januari 2019.

Jauh sebelum musibah menimpa Arman, BPBD telah melihat gerak gelombang laut cukup tinggi.

“Waktu ada posko pemantauan wisatawan itu (1 Januari 2019) disitu kita liat memang gelombang sudah cukup tinggi,’’ paparnya.

Lepas kejadian ini, dia berharap masyarakat dapat menarik hikmah dari musibah yang menimpa Arman. Harapannya seluruh elemen masyarakat, tak hanya nelayan dan masyarakat pesisir, tidak lagi menganggap remeh tindakan preventif guna mencegah kemungkinan buruk. Juga tak menganggap lalu imbauan BPBD soal informasi cuaca terkini.

Khusus untuk perjalanan laut, Ahmad Yani sangat menekankan pentingnya penggunaan pelampung atau jaket keselamatan.  

“Demi keselamatan, beli jaket keselamatan agaknya tidak masalah. Toh ini hanya sekali beli. Selama tidak rusak bisa digunakan terus,’’ imbuh Ahmad Yani.

Kemudian untuk warga pesisir dan Nelayan, Ahmad Yani memberi pesan khusus. BPBD selalu mengimbau agar nelayan tidak mengabaikan pentingnya menggunakan alat-alat keselamatan. Seperti pelampung atau jaket keselamatan.

Meski nelayan berkawan laut. Penggunaan alat keselamatan bakal mengurangi kemungkinan buruk yang kapan saja dapat terjadi. Selain itu, kondisi kapal pun jadi perhatian. Diharapkan nelayan tidak memaksa kapal menampung muatan berlebih.

Penerangan kapal pun harus dijaga. Sebab beberapa kali kapal nelayan terhempas kapal besar akibat tak memiliki penerangan kala melaut di malam hari. Juga soal bahan bakar. Nelayan mesti jeli memperkirakan penggunaan bahan bakar. Mulai berangkat, hingga kembali ke daratan. Ini penting. Mengingat, banyak nelayan tiba-tiba tak bisa bergerak di tengah lautan akibat bahan bakar kapal habis.

Dan terakhir soal komunikasi. Banyak nelayan kerap melewatkan aspek ini. Terbiasa berkawan laut. Nelayan lupa memberi tahu sanak keluarga daerah tujuannya mencari ikan.

“Biasa cuma bilang, mau melaut. Dispesifikkan sedikit lah agar lebih jelas. Penting itu,’’ kata Ahmad Yani.

Barangkali ini terlihat sepele. Namun menurut Ahmad Yani ini sangat penting. Walau tidak spesifik, sebaiknya sebelum melaut, pastikan tujuannya.

“Kalau misalnya mau melaut ke daerah Beras Basah. Bilang aja sama keluarganya begitu. Kita tidak ingin ada hal buruk. Tapi bila hal tersebut terjadi. Kami (BNPB) memiliki bayangan daerah mana aja yang kami sisir untuk lakukan evakuasi,’’ jelasnya.

“Misalnya kalau sudah asik melaut. Uda jauh dari posisi awal. Beritahu keluarganya. Makanya ketika melaut. Alat komunikasi (Ponsel) harus tetap siaga. Baiknya lagi kalau ada cadangan. Misal di kapal ada dua orang. Satu Hp nyala, satunya di simpan. Buat jaga-jaga,’’ urainya lagi. (*)

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0