19 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sabu Disimpan di Mulut, Ketahuan karena Suaranya Terdengar Aneh


Sabu Disimpan di Mulut, Ketahuan karena Suaranya Terdengar Aneh
Pelaku beserta barang bukti sabu-sabu diamankan petugas untuk proses penyidikan. (POLRES BONTANG)

KLIKBONTANG.com -- Dua pengedar narkoba kembali dibekuk jajaran Polres Bontang. Mereka adalah Sulfikar (25) dan Heriyanto (26) diduga menyimpan sabu-sabu seberat 6 gram.

Keduanya diciduk selang 30 menit di lokasi berbeda. Penangkapan dua tersangka ini berdasar laporan dari masyarakat jika di Jalan Cokroaminoto RT 15, Desa Gas Alam Badak 1 bakal terjadi transaksi narkoba, Senin (7/1/2019) petang.

Dari aduan tersebut polisi pun menyisir lokasi. Laporan itu benar adanya, Sulfikar sedang menunggu calon pembelinya. Tanpa menunggu lama, Polres Bontang pun langsung meringkus tersangka.

Usai ditangkap, polisi menggeledah tubuh tersangka. Namun tak ditemukan barang bukti. Ditanya, tersangka menjawab dengan suara aneh. Ternyata sabu disembunyikan di mulut.

"Kami temukan tersangka menyimpan sabu di dalam mulutnya," tegas Kasubag Humas Polres Bontang, IPTU Suyono lewat siaran persnya.

Polisi lalu melakukan pengembangan dari tersangka Sulfikar. Pengakuan tersangka, dia memperoleh barang haram itu dari rekannya, Heriyanto alias Jono. Petugas langsung menyambangi kediamanan Heriyanto tidak jauh dari lokasi penangkapan pertama.

Semula dia mengelak menunjukan barang buktinya. Petugas tak kehabisan akal, langsung menggeledah kamar. Alhasil, 7 poket sabu siap edar ditemukan di dalam celana jeans yang terlipat rapi. Lalu dua poket didapat di dalam rokok dan dompet tersangka.

Barang bukti dan tersangka langsung dibawa ke Polsek Muara Badak. Petugas juga mengamankan, pipet dan bong atau alat isap sabu, tiga buah handphone, alat timbang digital serta karton untuk alat takar sabu.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 112 atau 114 UU Nomor 35/2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.***

Reporter : Said NR    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0